6 Februari, Mengenang Tragedi Munchen Yang Merenggut Generasi Emas "Busby Babes" Manchester United

loading...
tragedi-munchen.jpg

Untuk sebagian orang tanggal 6 Februari mungkin hanya tanggal biasa yang tidak ada artinya namun untuk pecinta sepak bola khususnya fans Manchester United (MU) seperti saya tanggal tersebut merupakan tanggal yang tak biasa. Pada hari ini, tepat 59 tahun lalu yaitu 6 Februari 1958 terjadi tragedi yang merenggut nyawa 8 pemain Manchester United. Tragedi tersebut biasa disebut Tragedi Munchen yaitu tragedi kecelakaan pesawat yang ditumpangi para wartawan serta jurnalis, para pemain, staf dan beberapa suporter Manchester United.

Awal Kejadian Tragedi Munchen

Pasukan Setan Merah (julukan MU) yang saat itu dilatih oleh Sir Matt Busby sangat di segani di Inggris bahkan di Eropa. Para pemain yang rata-rata di isi pemain muda tersebut dijuluki "Busby Babes". Para pemain tersebut kebanyakan adalah pemain yang direkrut oleh pemandu bakat MU, Joe Allen. Yang menarik dari Busby Babes adalah kebanyakan dari mereka berasal langsung dari akademi MU dan yang membuat mereka melegenda adalah karena pada saat usia para pemain Busby Babes yang baru menginjak 20-22 tahun mereka sudah mampu merengkuh dua gelar Liga Inggris yaitu pada musim 1955/1956 dan musim 1956/1957.

Dengan pemain muda namun sudah berprestasi MU diprediksi akan mencapai puncak kejayaannya. Matt Busby pun memasang target juara Europan Cup (sekarang bernama UEFA Champions League) pada musim 1957/1958. Awalnya semua berjalan lancar untuk MU, mereka bisa sampai ke perempat final melawan Red Star Belgrade (RSB). Setelah berhasil menang di Old Trafford dengan skor 2-1 di leg pertama melawan RSB, MU pun berangkat ke Yugoslavia untuk menjalani leg kedua. MU akhirnya dipastikan lolos ke semi-final setelah berhasil menahan imbang RSB dengan skor 3-3 dan menang agregat 5-4.

Namun, harapan Matt Busby untuk meraih gelar Europan Cup harus hancur lebur karena kecelakaan pesawat yang menimpa mereka. Pesawat yang mengangkut para punggawa MU awalnya terpaksa harus berhenti di Munchen untuk mengisi bahan bakar. Saat kembali lepas landas pesawat tersebut mengalami kegagalan sebanyak dua kali karena gangguan mesin dan saat percobaan ketiga salju mulai turun dan membuat landasan licin dengan lumpur. Tragedi itu pun terjadi, di percobaan ketiga pesawat kehilangan kecepatan dan kendali hingga akhirnya menabrak pagar dan melewati ujung landasan sebelum akhirnya menabrak sebuah rumah.

Kecelakaan ini membuat harapan MU untuk menjuarai Europan Cup hancur sehancur-hancurnya. Bagaimana tidak, 8 pemain MU meninggal dan sang arsitek permainan yaitu Matt Busby pun harus absen cukup lama karena menjalani perawatan.

Para pemain MU yang meninggal di kecelakaan tersebut antara lain Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor, Liam "Billy" Whelan dan Duncan Edwards yang selamat dari kecelakaan namun meninggal 15 hari kemudian. Selain itu beberapa staf MU, wartawan, jurnalis dan kru pesawat juga menjadi korban kecelakaan pesawat ini. Total 23 nyawa melayang dalam Tragedi Munchen.

Pasca Tragedi Munchen

Setelah kejadian naas tersebut Jimmy Murphy yang merupakan asisten pelatih ditunjuk sebagai pelatih sementara menggantikan Matt Busby. Saat Murphy kembali ke Old Trafford setelah berhasil mengantarkan Wales lolos Piala Dunia untuk pertama kalinya, dia sedang bersantai sambil menikmati minumannya. Sekretaris Matt Busby, Alma George tergesa-gesa menghampirinya. Alma mengatakan sesuatu namun sesaat, Murphy tidak bisa menangkap maksud Alma. Murphy mencoba menawarkan minuman sebelum Alma mengulangi kembali kalimatnya. Murphy tetap tidak bisa mengerti atau mungkin dia tidak mau percaya dengan apa yang didengarnya. Alma pun mengulanginya lagi untuk ketiga kali. Kali ini, Alma sudah tidak bisa menahan air matanya.

Murphy mulai sadar bahwa Alma mengatakan soal kecelakaan yang baru saja menimpa kawan-kawannya. Berita itupun mulai memberikan efek kepada dirinya. Murphy kemudian berjalan ke dalam ruangannya, dan menangis.

Murphy segera terbang ke Munchen untuk menemui rekan-rekannya yang selamat dari kecelakaan tersebut. Dia pun melihat Matt Busby yang terbaring dengan menggunakan oksigen. Matt Busby hanya bisa mengatakan satu kalimat kepada Murphy, “Keep The Flag Flying, Jimmy.”

Mungkin kalimat itulah yang membuat Murphy bersikeras untuk melanjutkan kompetisi dengan skuad yang "cacat". Banyaknya orang-orang yang menyarankan agar MU berhenti dari semua kompetisi musim itu dan lebih berfokus menyiapkan skuad untuk musim selanjutnya tetap tak berpengaruh terhadap MU untuk tetap melanjutkan kompetisi.

Hasilnya sudah bisa ditebak, dari 14 pertandingan di liga yang dilakoni, MU hanya mampu meraih satu kemenangan dan itu membuat mereka finish di posisi 9. Di Europan Cup MU harus disingkirkan AC Milan di babak semi-final. Sementara di FA Cup MU tampil lebih baik dengan mampu masuk final meski akhirnya ditumbangkan Bolton dengan skor 2-0.

Banyak tim yang menunjukan rasa simpatiknya kepada MU tak terkecuali sang rival, Liverpool. Nottingham Forest bahkan sampai Real Madrid siap membantu MU membangun kembali skuadnya. Mulai dari meminjamkan pemain sampai menggalang dana dilakukan tim-tim tersebut untuk membantu MU.

Real Madrid mungkin adalah tim yang paling berbuat banyak untuk MU saat itu. Ketika Real Madrid berhasil mengalahkan AC Milan di final Europan Cup, pihak Real Madrid berencana untuk memberikan trofi tersebut kepada MU sebagai bentuk penghormatan kepada korban Tragedi Munchen namun MU menolaknya. Real Madrid bahkan bersedia meminjamkam pemain bintangnya Alfredo di Stefano meskipun itu juga tak berhasil karena FA melarang hal tersebut. Real Madrid pun akhirnya membantu MU dengan cara menggelar laga amal.

4 tahun kemudian di tahun 1962 Manchester United memulai kembali kejayaannya. Dengan masih hidupnya Bobby Charlton ditambah kedatangan 2 pemain berbakat seperti Dennis Law dan George Best, Busby Babes generasi kedua, memiliki pencapaian yang gemilang. Walaupun katanya tak sehebat Busby Babes generasi pertama, namun mereka berhasil menjuarai piala FA di musim 1962/1963, Liga Inggris pada 1964/1965 dan 1966/1967, Charity Shield 1967 dan European Cup 1968 setelah mengalahkan Benfica. Pencapaian ini sangat berarti besar bagi mereka, karena terjadi selang beberapa tahun setelah tragedi Munich terjadi.

Bentuk Penghormatan Untuk Mengenang Korban Tragedi Munchen

munich-clock.jpg
Di sebuah sudut di tenggara stadion Old Trafford terdapat sebuah jam yang terpasang kokoh. Jam tersebut selalu berdetak dan terdapat tulisan 6 Februari 1958, Munich. The Munich Clock, itulah nama jam yang dimaksud.

Bagi orang awam yang tidak tahu menahu mengenai Tragedi Munchen mungkin menganggap jam tersebut tak ada maknanya tapi untuk para fans MU jam tersebut memiliki makna tersendiri. Jam tersebut menjadi salah satu cara untuk terus mengenang korban di Tragedi Munchen.

plakiat-tragedi-munchen.jpg
Selain The Munich Clock, pihak klub membuat Plakat Memorial Munich yang saat ini berdiri di sisi tribun East Stand. Bentuknya adalah replika Old Trafford jika dilihat dari udara. Porselen kaca warna hijau digunakan untuk membuat bagian lapangan. Kata-kata ditulis dengan tulisan hitam dan emas, membentuk catatan dan nama-nama pemain yang menjadi korban tragedi tersebut.

Ada juga beberapa lagu yang didedikasikan untuk para korban tragedi tersebut. Yang paling terkenal adalah lagu "The Flowers of Manchester" dari band The Spinners. Uniknya band tersebut berasal dari kota Liverpool yang merupakan kota rival abadi MU. Lagu tersebut masuk ke album The Spinners yang berjudul "Quayside Songs Old and New".

Pada 2004, Steven Patrick Morrissey, atau lebih dikenal dengan Morrisey juga membuat sebuah lagu yang mengungkapkan kerinduannya terhadap The Busby Babes. Albumnya yang berjudul "Irish Blood English Heart" memuat lagu berjudul "Munich Air Disaster 1958". Yang paling anyar adalah sebuah band dari Sunderland bernama The Futureheads. Mereka merilis album kedua mereka pada tahun 2005 yang memuat lagu "News and Tributes". Lagu ini mereka buat untuk mengenang tragedi Munich 1958.

Itulah tadi beberapa informasi mengenai Tragedi Munchen yang terjadi pada tanggal 6 Februari 1958. Tragedi tersebut merupakan salah satu bencana di dunia olahraga khususnya sepak bola yang paling kelam dan menyisakan duka yang sangat mendalam. Bukan hanya para fans MU saja tapi seluruh rakyat Inggris juga turut merasakan kesedihan karena kecelakaan ini, pasalnya salah satu pemain yang diprediksi akan menjadi pemain masa depan dan memberikan kejayaan kepada The Three Lions (julukan timnas Inggris) yaitu Duncan Edwards juga turut jadi korban dalam tragedi tersebut.

Sumber referensi: wikipedia.org, panditfootball.com, liputan6.com

Tags: Lagu Untuk Mengenang Tragedi Munchen, Info Lengkap, Penyebab, Bagaimana, Kronologis, Daftar Korban, Tersangka, Kerugian, Tim Klub Yang Membantu MU Disaat Tragedi Munich
loading...

9 Responses to "6 Februari, Mengenang Tragedi Munchen Yang Merenggut Generasi Emas "Busby Babes" Manchester United"

  1. Iya gan ane jg sebagai GGMU Merasa sedih dengan tanggal ini :'(
    Sip artikelnya

    BalasHapus
  2. ini tragedi paling kelam di sepakbola dunia, jadi sedih bacanya jadi keinget beberapa waktu lalu ada klub brazil kalo gak salah tuh yang sama kejadiannya.

    BalasHapus
  3. Enak bacanya...Apa semua itu ada unsur politik,hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Unsur politik dari mananya mas? Itu murni kecelakaan nggak ada unsur politik nya.

      Hapus
  4. Sungguh tragis..mudah mudahan tidak terjadi pada persepakbolaan indonesia..ya gan..makasih infonya

    BalasHapus

loading...

FANSPAGE FACEBOOK