Kisah Persahabatan Antara Manchester United Dan Real Madrid

loading...
mu-and-madrid.jpg

Untuk para pecinta sepak bola mungkin tak asing lagi dengan Manchester United (MU) dan Real Madrid. Yah, baik itu Manchester United maupun Real Madrid adalah raja di negaranya masing-masing. MU adalah pemegang gelar terbanyak di Premier League (Inggris) dengan 20 gelar unggul 2 gelar dari pesaing terdekatnya Liverpool yang baru mengoleksi 18 gelar. Sedangkan Real Madrid adalah penguasa La Liga (Spanyol) dengan 32 trofi yang sudah diamankan mengalahkan Barcelona yang masih butuh 8 trofi lagi untuk menyamai raihan trofi El Real.

Di kompetisi antar klub Eropa MU dan Real Madrid juga menjadi tim yang selalu ditakuti lawan. Real Madrid adalah pemegang 11 gelar Uefa Champions League (UCL) sedangkan MU baru 3 kali merengkuh gelar paling bergengsi antar klub Eropa tersebut. Meskipun baru 3 kali tapi MU adalah tim pertama dari Negeri Ratu Elizabeth yang berhasil meraih trofi Si Kuping Besar dan MU juga pernah meraih treble winners pada tahun 1999.

Kalau kita menengok rentang waktu dua dekade ke belakang, ada beberapa transfer pemain yang melibatkan dua tim tersebut. Namun, kebanyakan adalah dari MU ke Real Madrid. Sebut saja David Beckham, Ruud Van Nistelrooy, Gabriel Heinze dan Cristiano Ronaldo. Real Madrid juga sempat berniat memboyong kiper David De Gea dari Old Trafford beberapa tahun lalu meski akhirnya gagal karena beberapa faktor.

Terlepas dari transfer De Gea yang gagal, mungkin kita bertanya-tanya kenapa MU mudah sekali melepas pemain-pemainnya ke Real Madrid apalagi pemain-pemain tersebut adalah pemain inti dari MU.

Tahukah kalian kalau dua tim asal kota Manchester dan Madrid tersebut dulu pernah punya hubungan persahabatan yang erat. Buku dari John Ludden yang berjudul A Tale of Two Cities: Manchester and Madrid 1957-1968 mengungkap persahabatan dua tim beda negara tersebut.

Cerita berawal ketika Real Madrid berjumpa MU di semi-final Piala Eropa (Liga Champions Eropa) 1957. Santiago Bernabéu Yeste yang merupakan presiden Real Madrid kala itu memang sudah memiliki hubungan yang baik dengan pelatih MU, Sir Matt Busby. Pada pertandingan tersebut MU disingkirkan Real Madrid dengan agregat 5-3. Meskipun kalah, Bernabéu sangat terkesan dengan semangat juang para pasukan muda MU yang diarsiteki Busby. Bahkan pria yang namanya diabadikan menjadi nama stadion Real Madrid tersebut sempat menawari Busby sebuah pekerjaan di Madrid namun Busby menolaknya. Meskipun dengan menerima tawaran tersebut Busby akan semakin dekat dengan impiannya meraih trofi Piala Eropa tapi Busby hanya ingin menjadi juara Piala Eropa bersama MU.

Sekitar sepuluh bulan kemudian sebuah tragedi kecelakaan pesawat yang sekarang biasa disebut "Tragedi Munich" di alami MU. Akibat tragedi tersebut MU kehilangan tim mudanya yang dijuluki "Busby Babes". MU kehilangan delapan pemainnya dan sang pelatih Busby yang harus menepi cukup lama karena luka yang cukup serius.

Yang lebih tragisnya lagi, MU saat itu baru lolos ke semi-final Piala Eropa. Dengan skuad seadanya MU tetap melakoni laga semi-final Piala Eropa melawan AC Milan namun tentu saja MU kalah. Lagi-lagi mimpi Busby untuk membawa MU merajai Eropa harus tertunda.

Di liga MU juga hancur, dari 14 laga yang dilakoni pasca tragedi hanya satu kemenangan yang mereka raih. Yah, MU saat itu berada pada titik terendah dan benar-benar hancur.

Real Madrid yang menjadi juara Piala Eropa saat itu dengan berhasil mengalahkan AC Milan di final sempat ingin memberikan trofinya untuk MU sebagai penghormatan kepada korban tragedi naas tersebut. Namun, MU menolaknya secara halus. Bernabéu tak tinggal diam, ia lantas berbicara kepada Alfredo di Stefano yang merupakan pemain bintang Real Madrid untuk dipinjamkan ke MU. Stefano memang menyetujui hal itu namun FA melarangnya karena akan menghambat potensi pemain lokal.

Kemudian Real Madrid membantu dengan cara yang lain. Mereka membuat umbul peringatan dengan nama-nama korban yang meninggal dalam tragedi tersebut dan umbul tersebut disebut dengan Champions of Honour, yang dijual di Spanyol dengan uang hasil penjualannya diberikan untuk MU. Ada tawaran juga untuk pengobatan korban yang terluka untuk memulihkan diri di fasilitas mewah Real Madrid tanpa biaya sepeserpun.

Ada juga serangkaian pertandingan persahabatan dengan penggalangan dana antara kedua kesebelasan. Real Madrid dikenakan biaya 12.000 poundsterling untuk pertandingan tersebut, tapi Bernabéu mengatakan MU“ membayar dengan apapun yang Anda (MU) mampu.

Pada Oktober 1959, Real Madrid memenangkan pertandingan persahabatan pertama dengan skor 6-1 di depan 63.000 penonton di Old Trafford. Real Madrid juga memenangkan pertandingan berikutnya dengan skor 6-5, permainan yang luar biasa ditonton oleh 80.000 penggemar yang terpesona, yang bertepuk tangan untuk kedua kesebelasan. Malam itu, Madrid mengadakan penjamuan penggalangan dana untuk keluarga korban Tragedi Munich di mana Bernabéu mengatakan bahwa Busby adalah manusia "terbesar" yang pernah ditemuinya dalam dunia sepakbola.

Di pertandingan berikutnya, pada Oktober 1960, Puskas dan Di Stefano sedang diragukan karena cedera. Bernabéu kemudian berkata kepada Busby bahwa dia ingin menunda pertandingan, tetapi pelatih MU tersebut bersikeras, dengan mengatakan bahwa Real Madrid sudah seperti keluarga. Puskas dan Di Stefano sangat terkesan sehingga mereka tetap bersemangat untuk bermain. Pertandingan itu juga dimenangkan oleh Madrid dengan skor 3-2.

MU semakin membaik dan dalam pertandingan berikutnya pada Desember 1961, MU mengalahkan Madrid 3-1. Pada September MU juga menang 2-0 di Bernabéu.

10 tahun setelah Tragedi Munich, MU berhasil mengalahkan Real Madrid di semi-final Piala Eropa 1968 bahkan pada tahun tersebut mimpi Busby untuk membawa MU merajai Eropa pun terlaksana dengan mengalahkan Benfica di final.

Bernabéu juga sempat berkata, "Jika ada tim yang mengalahkan kami (Real Madrid) dan berhasil menjadi juara (Piala Eropa), saya senang itu adalah mereka (MU)". Bernabéu yang tahu tekad besar Busby untuk membawa MU juara Piala Eropa juga sempat memberikan ucapan selamat saat MU berhasil meraihnya.

Yah, bisa dibilang kenapa MU sangat mudah melepas pemain bintangnya ke Real Madrid adalah karena Real Madrid dulu pernah berperan penting dalam membuat MU tetap bertahan lalu bangkit pasca Tragedi Munich.

Sumber: unitedismyreligion.wordpress.com, wikipedia.org

Tags: Kisah Persahabatan Antara Rival Dalam Dunia Sepak Bola, Fakta Unik Manchester United Dan Real Madrid, Presiden Real Madrid Berteman, Pertemanan
loading...

13 Responses to "Kisah Persahabatan Antara Manchester United Dan Real Madrid"

  1. Kunbalnya gan http://1informasiku.blogspot.sg/2017/02/cara-aktivasi-windows-10.html

    BalasHapus
  2. wah ane fans Madrid baru tahu kalau ternyata sejarah antar kedua club itu begitu ya

    BalasHapus
  3. Selaku madridista. Mantap jiwa. begitu ceritanya :)

    BalasHapus
  4. banyak pemain mu pindah ke madrid begitupun sebaliknya

    BalasHapus
  5. saya suka keduanya. dan baru tahu kalau mereka memiliki sejarah yang cukup fantastis

    BalasHapus
  6. super sekali, meskipun mereka saling bersaing, tapi masih peduli satu dengan yang lainnya. Sportifitas harga mati

    BalasHapus

loading...

FANSPAGE FACEBOOK