5 Puisi Spesial HUT Indonesia Ke-72 Dari RegenciPedia

loading...
indonesia.jpg

Merdeka... Merdeka... Merdeka... Kata-kata itulah yang mungkin akan terus terdengar di hari ini.

17 Agustus 2017 adalah hari ulang tahun ke-72 negara kita tercinta, Indonesia. Hari ini orang-orang akan memperingati dan mengenang bagaimana gagah beraninya rakyat Indonesia dulu meraih dan mempertahankan kemerdekaan. Hari ini juga menjadi pengingat untuk kita semua bahwa kita menerima amanah untuk menjaga kedaulatan dan persatuan NKRI.

Pada hari ini setiap daerah merayakan dan memeriahkan ulang tahun Indonesia dengan cara masing-masing. Biasanya di daerah saya setiap desa menyelenggarakan semacam turnamen olahraga seperti sepak bola atau voli beberapa hari sebelum tanggal 17 Agustus. Tapi, sialnya desa saya tidak mengadakan turnamen tersebut. Disaat desa lain ramai dengan turnamen olahraga memperingati ulang tahun Indonesia, desa saya malah sepi tak ada kegiatan apapun. Saya tidak tahu siapa yang harus disalahkan untuk hal ini, tapi semoga tahun depan desa saya bisa mengadakan turnamen olahraga untuk memperingati ulang tahun Indonesia. Lalu, apakah di daerah sobat ada kegiatan-kegiatan seperti itu?

Apa yang sobat lakukan di 17 Agustus tahun ini untuk memperingati kemerdekaan Indonesia? Kalau saya sendiri tidak melakukan apa-apa, bahkan saya tidak ikut menjadi anggota PASKIBRA dari sekolah saya. Bukan karena saya tidak cinta Indonesia tapi karena saya tidak terlalu berminat untuk ikut dan ditambah sepertinya bakat saya bukan di bidang yang seperti itu.

Saya ini lebih gemar menulis dan karena itulah saya membuat blog ini untuk terus mengasah keahlian saya dalam menulis baik itu menulis artikel berita, artikel opini, artikel tutorial atau karya tulis lainnya. Saya memang punya cita-cita untuk menjadi seorang penulis hebat entah itu penulis cerpen, novel ataupun puisi. Karena itulah di hari ini yang bertepatan dengan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia saya mencoba menulis beberapa puisi sederhana yang bertemakan Indonesia, karena hanya itulah yang bisa saya lakukan untuk memperingati hari ulang tahun Indonesia tahun ini. Ada 5 puisi yang saya buat dan kebanyakan berisikan kritikan. Ini asli loh buatan saya bukan buatan orang lain, jadi maaf kalau masih banyak kekurangan disana-sini, harap di maklum saya masih amatir dalam membuat puisi.

Berikut 5 Puisi Spesial HUT Indonesia Ke-72 Dari RegenciPedia.

Si Cantik

Tersebutlah suatu negeri cantik jelita
Yang konon tercipta saat tuhan bahagia
Kekurangan seperti tak nampak padanya
Hanya keindahan yang jelas di mata

Sayang, Si Cantik pernah menangis
Karena di jarah oleh Si Bengis
Si Cantik berdarah teriris
Malangnya nasib Si Cantik

Indonesia, Si Cantik yang sempat terusik
Lama di injak oleh Si Rakus
Kini Si Cantik sudah bangkit
Dengan perjuangan kayu melawan peluru

Itu puisi pertama yang saya tulis, maaf masih terlihat sangat kacau.

Tikus Di Rumah Mewah

Ada sebuah rumah mewah
Isinya indah membutakan mata
Perabotnya terbuat dari emas permata
Siapa gerangan yang tak tergoda

Namun penghuninya menangis menderita
Karena rasa lapar yang mendera
Ternyata Si Tikus mulai melancarkan aksinya
Mencuri seluruh makanan yang ada

Sungguh licik otak Si Tikus
Si Kucing tak berdaya digoda harta
Si Tikus tertawa penuh dosa
Tragis, rumah mewah kini di penuhi bencana

Coba tebak puisi di atas menceritakan apa!? Yah, puisi di atas menceritakan koruptor yang ada di Indonesia. Rumah mewah merupakan penggambaran negara Indonesia yang kaya dengan sumber daya alamnya.

Generasi Pendosa

Kasihan sekali bumi pertiwi
Dipenuhi generasi tak bernyali
Hanya buat onar di sana sini
Ini bencana yang sulit disudahi

Dasar generasi anarki
Mengatasnamakan cinta demi memuaskan nafsu birahi
Bangga dengan kebodohan sendiri
Bahkan sampai lupa sabda sang illahi

Pantaskah jika mereka memimpin negeri
Andai sang proklamator masih disini
Generasi ini pasti ia benci
Indonesia, ampunilah generasi ini

Kalau yang satu ini menceritakan generasi sekarang yang sangat bobrok. Generasi sekarang memang benar-benar hancur, tawuran disana-sini, mabuk-mabukan dan pergaulan bebas sangat meraja lela. Generasi ini adalah penerus bangsa jika dibiarkan begitu saja akan berujung pada kehancuran Indonesia. Tapi tidak semua remaja di generasi ini bobrok koq, ada juga yang berprestasi tapi memang kebanyakan yang sengklek yang terbawa hal-hal negatif tapi mereka anggap keren. Maaf buat yang kesindir sama puisi di atas ya!

Negeri Indah Yang Menyiksa

Burung tak berhenti menyanyikan kicauan
Air mengalir indah jelas terdengar
Udara sejuk terasa menerpa jiwa
Tak semua tempat punya hal serupa

Gunung-gunung tinggi menjulang ke angkasa
Pertanda bahwa negeri ini punya alam perkasa
Pagi, siang, sore bahkan hingga malam tiba
Negeri ini terus menunjukan pesonanya

Kota-kota saling memamerkan kemegahannya
Gedung-gedung mewah tinggi lantainya
Terlihat negeri ini sangat sejahtera
Tapi, ada perkara yang mengganggu hamba

Coba tengok rakyat jelatanya
Mereka menangis teraniaya
Meminta belas kasihan Yang Mulia
Terdengar samar-samar rintih tangis mereka

Hanya karena jabatan yang tak seberapa
Hanya karena gelar panjang di belakang nama
Hanya karena Yang Mulia banyak harta
Lantas itu menjadikan Yang Mulia insan sempurna?

Seberapa terhormatkah Yang Mulia?
Sehingga mereka harus membungkuk sebegitu rendahnya
Ingat, Yang Mulia tak berbeda dari mereka
Yang Mulia juga tercipta dari tanah bukan permata

Tak hanya tikus dan pemimpin bobrok saja
Keadilan disini dipermainkan begitu mudahnya
Orang bersalah dibebaskan itu sudah biasa
Keputusan asal-asalan tak berimbang sudah sering terdengar telinga

Coba tebak siapa yang tersiksa?
Sudah jelas rakyat kecil yang tak punya apa-apa
Sungguh aneh tapi nyata
Negeri ini indah tapi menyiksa

Tapi, tak pantas menyalahkan Indonesia
Manusia penuh ambisi itulah yang membuat negeri ini menyiksa
Tolong sadarlah Yang Mulia
Jadilah manusia yang bijaksana

Ampuni hamba Yang Mulia
Bukan maksud hamba sok bisa
Hamba hanya menyampaikan suara kecil mereka
Yang tak terdengar terhalang nafsu Yang Mulia

Setelah 3 puisi sebelumnya yang pendek, di puisi ke empat ini saya mencoba membuat puisi yang cukup panjang. Isinya tentang negara Indonesia yang indah dan kaya namun rakyat kecilnya menderita dan tersiksa akibat ulah para pemimpin yang egois. Selain itu, hukum yang tajam ke bawah tumpul ke atas juga semakin menambah derita rakyat kecil.

Bangunkan Sang Garuda

Ayo para pemuda bangsa
Coba lihatlah Sang Garuda
Yang dulu gagah perkasa
Kini sedang tidur terlelap di singgasana

Ayo para pemuda bangsa
Saatnya bangunkan Sang Garuda
Buat ia mengepakan sayapnya ke angkasa
Buat ia gagah seperti dulu kala

Ayo para pemuda bangsa
Berhenti merusak moral dan jiwa
Saatnya ambil langkah tunjukan karya
Jangan hanya ucapan di mulut saja

Ayo para pemuda bangsa
Kalian penerus warisan negara
Banyak cara agar Sang Garuda taklukan dunia
Tapi berdiam diri bukanlah jawabannya

Untuk puisi yang terakhir ini merupakan ajakan untuk para pemuda Indonesia untuk mulai mengambil langkah dan berkarya untuk kemajuan bangsa. Tak perlu sampai harus berprestasi di mancanegara, dengan berkontribusi untuk kemajuan masyarakat di lingkungan sobat saja itu sudah cukup. Jika sobat gemar dan pandai dalam bidang olahraga sepak bola ayo terus kembangkan siapa tahu sobat bisa mengangkat nama Indonesia dalam bidang olahraga sepak bola. Tak hanya dalam bidang olahraga saja, jika sobat suka dan ada bakat dalam menulis, bermusik, berakting atau pun hal lainnya ayo terus kembangkan, banyak cara untuk memajukan dan membanggakan Indonesia. Tapi, yang terpenting adalah majukan dan perbaiki dulu mental dan kepribadian sobat barulah memajukan Indonesia. Jangan sampai sobat terkenal karena kontroversi, banyak sekarang orang-orang yang terkenal karena kontroversi sementara bakat, karya sama prestasinya itu nol besar dan ditambah akhlaknya kurang pantas di tiru. Gak usah disebutin siapa yang saya maksud, kalau sobat jeli sobat juga bakalan tahu sendiri siapa orangnya.

Saya dari tadi terus memberikan motivasi padahal saya sendiri sebenarnya belum pantas menjadi penutan. Yah, kita bersama-samalah memperbaiki dan memajukan Indonesia dengan cara kita masing-masing. Saya sendiri masih terus mencoba belajar menulis agar tulisan saya lebih berkualitas dan enak dibaca, ayo sekarang sobat juga cari hal apa yang sobat suka dan sobat merasa kalau sobat punya bakat dalam hal tersebut lalu mulailah mengembangkannya. Ayo, kita berjuang bersama-sama untuk meraih kesuksesan dan membanggakan Indonesia.

Untuk sobat yang sudah sering menulis puisi dan sudah agak jago silahkan memberikan saran atau kritikan untuk 5 puisi saya di atas. Saya baru kali ini menulis puisi jadi saya yakin puisi-puisi buatan saya di atas masih memiliki banyak kekurangan. Tapi ingat, berikan kritikan yang membangun bukan menjatuhkan ya!

Dirgahayu Republik Indonesia, 17 Agustus 2017

Tags: Puisi 17 Agustus 2017, NKRI Harga Mati, Hari Kemerdekaan Indonesia, Puisi Pertama RegenciPedia, Puisi Buatan Abdul Aziz Dari Cibeunteur
loading...

12 Responses to "5 Puisi Spesial HUT Indonesia Ke-72 Dari RegenciPedia"

  1. mantap nih min.. artikel yg sangat bermanfaat di hut RI ke72

    ReplyDelete
  2. makasih gan, jadi dapet bahan untuk sekolah

    ReplyDelete
  3. Mantap nih min, sesuai dengan hari kemerdekaan yang bertepatan hari ini

    ReplyDelete
  4. beuh mantab nih... doyan sastra juga nampaknya.. bagus bagus gan puisinya...

    Salam Inspirasi,
    Sesuapnasi

    ReplyDelete
  5. Saya suka puisi judul tikus dirumahnya mewah. Buat yentil para pejabt

    ReplyDelete
  6. Makna dari puisinya dalam banget. Pas banget temanya tentang kemerdekaan

    ReplyDelete
  7. pas banget dengan keadaan negara kita..

    ReplyDelete

loading...

FANSPAGE FACEBOOK