Diam Bukan Pilihan, Stop Bullying!

loading...
stop-bullying.jpg
Diam Bukan Pilihan, Stop Bullying! - Sobat tahu apa itu bullying? Untuk yang belum tahu silahkan simak dulu pengertian bullying seperti yang di jelaskan Wikipedia dibawah ini!

Pengertian Bullying

Bullying adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan.

Di Indonesia sudah beberapa kali terdengar kasus bullying yang menghebohkan. Yang terbaru ada kasus bullying yang dilakukan sekelompok siswa SMP dan SD kepada seorang siswa SD di Thamrin City. Di jenjang kuliah tindakan bullying juga belum hilang, beberapa waktu lalu seorang mahasiswa bernama Muhammad Farhan yang kuliah di Universitas Gunadarma juga menerima tindakan tak mengenakan dari teman-temannya.

Bisa saja di lingkungan sobat juga ada yang setiap harinya menerima tindakan bullying hanya saja sobat kurang peka. Hampir di setiap sekolah bullying sudah seperti menjadi tradisi yang tak bisa dilepaskan.

“Total laporan yang kami terima sampai Juni 2017 sebanyak 976 kasus. Sekitar 400 kasus mengenai kekerasan seksual dan sekitar 117 kasus mengenai bullying,” Tegas Nahar SH, M.Si Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos, seperti dikutip cnnindonesia.com.

Alasan Seseorang Melakukan Tindakan Bullying

Kenapa sih ada orang yang suka membully orang lain padahal itu kan pembuatan yang tidak terpuji? Berikut penjelasannya!

1. Masalah Lingkungan & Keluarga
Lingkungan merupakan salah satu faktor utama kenapa seseorang melakukan tindakan bullying. Jika seorang anak dibesarkan di lingkungan yang salah maka tak menutup kemungkinan nantinya si anak tersebut akan menjadi seorang yang anarkis dan dengan mudahnya mengintimidasi seseorang tanpa memikirkan akibatnya untuk orang yang ia intimidasi.

Keluarga juga bisa menjadi faktor utama seseorang menjadi pembully. Keluarga seharusnya menjadi pemberi panutan untuk membentuk kepribadian yang baik bagi seorang anak. Bayangkan jika seorang anak besar dengan keluarga yang bermasalah maka bisa dijamin anak tersebut akan memiliki kepribadian seorang pembully. Dilansir dari majalahkartini.co.id, 1 dari 3 pembully berasal dari rumah tangga yang bermasalah.

2. Ambisi Untuk Menjadi Penguasa Dan Paling Populer
Ini adalah faktor lainnya kenapa seseorang melakukan tindakan bullying. Dengan menganiaya para korbannya maka secara tidak langsung si pelaku bullying menyatakan kalau dirinyalah yang paling berkuasa di lingkungan tersebut. Ia juga beranggapan jika orang lain melihatnya membully seseorang maka orang lain akan segan terhadapnya. Setelah disegani si pelaku bullying akan meyakini kalau dirinya akan terkenal dan populer di lingkungan tersebut. Terkenal sih iya, tapi apa bangganya terkenal lewat sesuatu yang negatif?

3. Pernah Menjadi Korban Bullying Sebelumnya
Umpamanya seperti kita ikut kegiatan MOS/Ospek. Kita tidak berani melawan senior ketika disuruh ini dan itu, emosipun hanya kita pendam. Ketika tiba waktunya kita menjadi senior, kita melampiaskan apa yang kita terima dulu kapada junior kita pada masa MOS/Ospek mereka. Seperti itulah kira-kira penggambarannya.

Ada kemungkinan para pembully juga dulu adalah korban bullying yang melampiaskannya sekarang pada orang yang lebih lemah darinya. Bully memang kadang-kadang menjadi lingkaran setan yang sulit diputuskan.

4. Media
Faktor selanjutnya yang membuat seseorang menjadi pembully adalah media terutama televisi. Tontonan bisa menjadi tuntunan, jadi berhati-hatilah menyuguhkan sebuah tontonan kepada anak apalagi di masa-masa SMP atau SMA karena disaat itu mereka sedang mencari jati dirinya dan sedang membentuk kepribadiannya.

Faktor ini sebenarnya kecil pengaruhnya dalam pembentukan seseorang menjadi pembully karena jika poin nomer 1 sudah di atasi maka media tidak akan terlalu berpengaruh. Jika seorang anak ditempatkan di lingkungan yang baik dan besar di keluarga yang harmonis maka tontonan tidak akan menjadi tuntunan dan hanya akan menjadi hiburan. Tapi, untuk sekedar jaga-jaga tak ada salahnya memfilter tontonan untuk anak-anak agar semakin meminimalisir kemungkinan menjadi pembully dikemudian hari.

5. Kurangnya Bimbingan Agama Hingga Membuat Iman Lemah
Ini adalah yang paling berpengaruh dari semua faktor penyebab seseorang menjadi pembully. Jika seorang anak mendapatkan bimbingan keagamaan yang rutin hingga membuat imannya kuat maka meskipun ia ditempatkan dilingkungan yang salah, pernah dibully sebelumnya atau menonton tontonan yang mengandung unsur kekerasan ia tak akan menjadi pembully.

Ia bisa membedakan mana yang benar dan salah, mana yang baik dan buruk serta mana yang dosa dan tidak. Ia tahu menyakiti sesama manusia itu perbuatan dosa jadi ia tak akan melakukannya. Bahkan ketika melihat teman-temannya membully orang lain, orang yang memiliki iman kuat tidak akan ikut-ikutan melakukan tindakan tersebut.

Faktor Yang Membuat Seseorang Menjadi Korban Bullying

Siapa sih yang mau jadi korban bullying? Pasti tidak ada yang mau mengalaminya. Lantas, kenapa seseorang bisa menjadi korban bullying?

The Huffington Post yang merupakan situs berita serta blog yang sudah sangat populer di dunia sempat menerbitkan sebuah artikel yang berisi daftar tipe-tipe orang yang biasa menjadi korban bullying. Ada 10 tipe orang yang biasa menjadi korban bullying menurut situs yang didirikan pada tahun 2005 tersebut. Inti dari semua listnya adalah korban bullying itu biasanya orang yang berbeda dari kebanyakan orang dilingkungan tersebut alias minoritas.

dibully-karena-gendut.jpg
Memiliki tubuh gendut merupakan salah satu penyebab seseorang di bully

Orang yang memiliki perbedaan menonjol di bentuk fisik misalnya terlalu gemuk, kurus, pendek atau tinggi dan bentuk-bentuk fisik lainnya. Orang-orang sepertu itu menjadi sasaran empuk untuk para pembully. Orang yang terlalu gendut biasanya di sebut gajah, terlalu kurus di sebut pensil, terlalu tinggi di sebut tiang listrik dan terlalu pendek di sebut kurcaci. Pokoknya serba salah deh!

Kekurangan dari segi fisik seperti pesek atau kekurangan lainnya juga dijadikan senjata oleh para pembully untuk menganiaya korbannya.

Warna kulit juga kerap menjadi faktor penyebab seseorang dibully. Biasanya orang dengan warna kulit gelap atau hitam akan mendapatkan cemoohan sampai sebutan yang tak mengenakan. Di Amerika Serikat perbedaan warna kulit menjadi sebuah hal yang kerap menimbulkan masalah, warga kulit hitam dan warga kulit putih kadang tak akur di beberapa kesempatan dan menjurus ke rasisme. Di kita, rata-rata orang yang memiliki warna kulit hitam yang tersiksa tapi di luar negeri sana kadang-kadang orang dengan warna kulit putih juga menjadi sasaran bullying jika ia berada di lingkungan yang kebanyakan orangnya berkulit hitam.

Selain dari bentuk fisik, faktor pemicu seseorang di bully juga bisa dari sifat dan gayanya. Orang yang cupu dan culun dengan penampilan yang bisa dibilang norak cenderung menjadi mangsa para pembully. Orang-orang seperti itu biasanya memiliki sedikit teman dan karena itulah para pembully menjadikannya target. Para pembully merasa tidak ada yang akan membantu dan peduli padanya hingga para pembully bisa merasa bebas menyiksanya.

Sifat cupu, culun dan penampilan norak ini menurut saya adalah faktor utama seseorang menjadi korban bullying. Walaupun orang tersebut tidak memiliki perbedaan menonjol dari segi fisik tapi kalau ia memiliki sifat cupu, culun dan berpenampilan norak maka 75% ia akan menjadi korban bullying. Berbeda halnya dengan orang yang memiliki perbedaan menonjol dari segi fisik, jika ia mudah bergaul, tidak minder dan punya rasa percaya diri serta tak memiliki sifat cupu, culun dan berpenampilan norak maka ia bisa saja terhindar dari bullying.

Memiliki nama yang aneh, kurang rasa percaya diri, penyendiri dan memiliki tampang yang cantik atau tampan juga masuk dalam daftar alasan mengapa seseorang di bully versi The Huffington Post.

Aneh ya, kenapa memiliki wajah cantik atau tampan bisa di bully? Memang mungkin hanya sedikit orang cantik dan tampan yang di bully tapi faktanya memang ada loh orang rupawan yang di bully. Contohnya adalah istri Pangeran William yaitu Kate Middleton. Ternyata dulu Kate sempat menerima tindakan bullying dari teman-teman wanitanya yang iri kepadanya.

Meskipun ada kriteria-kriteria tertentu untuk orang-orang yang cenderung menerima tindakan bullying tapi dalam beberapa kesempatan bullying tidak pilih-pilih korban.

Dampak Bullying Bagi Pelaku & Korban

Bullying adalah suatu tindakan yang tidak dibenarkan di dunia ini karena berdampak negatif bagi korban maupun pelaku. Jangan kira hanya korban yang menerima efek buruk dari bullying, para pelakunya pun akan menerima dampak buruknya.

Dampak negatif bullying bagi para pelakunya lebih ke psikologisnya, seperti akan memiliki watak keras kepala, egois dan selalu merasa menguasai dan mendominasi dimanapun itu. Selain itu para pelaku bullying yang sudah keseringan melakukan tindakan bullying akan selalu mengambil jalan kekerasan untuk menyelesaikan masalah dan jika terus dibiarkan pelaku bullying di masa mendatang bisa saja melakukan tindak kriminal. Riset menunjukkan 60% pria yang saat kecil biasa melakukan tindakan bullying tertangkap paling sedikit 1 kali di usia yang ke-24 karena melakukan tindak kriminal. Jadi, pada saat seseorang sedang melakukan bullying secara tidak langsung orang tersebut juga sedang membentuk kepribadian buruk di dirinya sekaligus merusak masa depannya sendiri.

Setelah mengetahui dampak negatif bullying untuk para pelakunya sekarang mari kita bahas dampak negatif bullying bagi korbannya. Namanya juga korban pasti dampaknya lebih banyak dan ekstrem.

Berikut dampak-dampak negatif bullying bagi korbannya.

1. Berpengaruh Pada Pendidikan Dan Penurunan Nilai Akademis
Khusus untuk tindakan bullying yang dilakukan disekolah terhadap seorang siswa, bullying akan sangat berpengaruh terhadap pendidikan siswa tersebut.

fakta-bullying.jpg
Bullying bisa sangat mempengaruhi pendidikan korbannya

Dalam artikel berjudul "11 Facts About Bullying" yang diterbitkan oleh organisasi DoSomething di situsnya dosomething.org diketahui bahwa 160.000 siswa di seluruh dunia membolos sekolah setiap harinya karena menghindari bully yang biasa mereka terima di sekolahnya. Dari data tersebut tak bisa terelakan kalau bullying bisa merusak pendidikan korbannya. Dengan seringnya si korban membolos karena takut di bully maka si korban akan tertinggal pelajarannya dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap nilai akademisnya.

Bahkan ketika seorang siswa yang sering di bully memaksakan untuk berangkat ke sekolah maka ia tak akan sepenuhnya fokus pada pelajaran karena ia tidak akan tenang berada di sana. Rasa gelisah karena takut di bully akan mengalahkan perhatiannya terhadap pelajaran akhirnya proses penerimaan pembalajaran siswa tersebut tidak akan berjalan optimal.

2. Membuat Gangguan Kesehatan Dan Mental
Dari data yang di keluarkan oleh organisasi Kaiser Family Foundation dan organisasi Children Now pada tahun 2011, ternyata anak-anak yang pernah menjadi korban bullying lebih berpeluang terkena depresi, gangguan tidur, kesedihan, ketegangan otot, sakit kepala, sakit perut dan kegelisahan dibanding anak-anak yang tidak pernah menerima bullying.

Depresi, stres, gelisah dan tidak punya rasa percaya diri merupakan efek umum bullying terhadap korban dari segi mental. Entah itu bullying dalam bentuk fisik ataupun ucapan, korbannya pasti menderita gangguan mental diatas. Bahkan menurut penilitian Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development a.k.a NICHD yang merupakan sebuah lembaga kesehatan asal Amerika Serikat mengungkapkan anak yang mengalami penindasan beresiko mengalami gangguan jiwa yang membutuhkan penanganan intensif saat mereka dewasa nanti.

Selain mental, bullying juga mengancam kesehatan para korbannya bahkan jika itu hanya bullying dalam bentuk ucapan atau cibiran. Di kutip dari Hello Sehat, Ketika seseorang merasa stres dengan ancaman konstan dari bullying, respon “fight or flight” mereka akan bekerja. Ketika ini terjadi, otot-otot menegang, jantung berdebar kencang, dan tubuh melepaskan adrenalin dan kortisol. Seiring waktu, reaksi ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Yang lebih mengkhawatirkannya lagi jika si korban bullying dari awal sudah mempunyai penyakit seperti asma, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, gangguan berbicara atau gangguan pencernaan maka tindakan bullying akan semakin memperparah penyakit yang diderita si korban.

3. Membuat Korban Menjadi Pembully
Seperti yang saya katakan di atas kalau ada pembully yang dulunya sebenarnya adalah korban bullying. Salah satu efek yang buruk dari bullying untuk para korbannya adalah adanya kemungkinan membuat si korban juga melakukan tindakan bullying terhadap orang yang lebih lemah dikemudian hari sebagai bentuk pelampiasan dirinya.

Ketidakmampuan si korban untuk membalas tindakan bullying kepada para pelaku membuat ia mencari korban lain yang menurutnya lebih lemah darinya. Inilah kenapa korban bullying harus segera ditangani dengan penanganan yang baik jika tidak maka si korban akan membuat bullying terus ada turun temurun.

4. Bunuh Diri
Ini adalah dampak paling buruk dari bullying. Bukan hanya menurunkan prestasi akademis, membuat gangguan mental atau kesehatan tapi bullying juga dapat mengakhiri kehidupan seseorang. Jika korban tersebut memiliki mental yang lemah dan tidak mendapatkan perhatian dari orang-orang di sekitarnya maka ia akan menjadikan bunuh diri sebagai jalan keluar.

Pada 2015 di lansir dari liputan6.com, kasus bunuh diri anak di Indonesia 40% disebabkan karena bullying.

Kasus-kasus bunuh diri karena tak kuat di bully sudah sering terdengar. Salah satu yang pernah terjadi dan paling menggemparkan adalah kasus bunuh diri seorang wanita bernama Amanda Todd. Ia meninggal dengan cara gantung diri dirumahnya di Port Coquitlam, British Columbia, Canada pada 10 Oktober 2012. Saat itu usianya baru 15 tahun.

amanda-todd.jpg
Amanda Todd, gadis yang memutuskan bunuh diri setelah tidak kuat selalu menerima bullying

Yang membuat kasus ini heboh adalah karena Amanda sempat mengunggah sebuah video ke Youtube beberapa hari sebelum ia bunuh diri. Video tersebut berisi curhatan Amanda tentang bagaimana awalnya ia bisa dibully dan bagaimana rasa sakit yang ia derita selama dibully. Curhatan tersebut ia tuliskan dalam beberapa lembar kertas yang ia tunjukan satu per satu.


Silahkan sobat tonton video curhatan Amanda di atas, jika sobat tak mengerti bahasa Inggris silahkan sobat cari di Google terjemahan dari curhatan Amanda tersebut, jangan sampai sobat sedih karena tidak mengerti apa yang disampaikan Amanda bukan karena terlalu menghayati. Yang lebih mengejutkannya lagi ternyata bullying yang ia terima awalnya adalah cyberbullying yaitu sebuah tindakan bullying melalui internet.

Stop Bullying! Bertindaklah, Diam Bukan Pilihan!

Setelah kita membahas apa itu bullying, penyebab dan dampaknya sekarang izinkan saya untuk menyampaikan opini atau pendapat, saran, motivasi dan beberapa patah kata untuk para pelaku, korban dan pihak ketiga yang terlibat dalam bullying.

Untuk para pelaku, saya harap jika ada di antara sobat yang pernah atau sekarang masih sering ngebully seseorang tolong berhenti dan jangan pernah mengulanginya lagi demi kebaikan sobat sendiri. Ingat, karma itu nyata. Bagaiamana jika nanti anak sobat yang akan menerima bullying sebagai pembalasan atas apa yang sobat lakukan.

Tanpa penjelasan panjang pun pasti sobat tahu kalau di bully itu menyakitkan. Jika sobat tahu di bully itu menyakitkan alangkah baiknya sobat berhenti membully. Jangan jadikan kekurangan atau perbedaan seseorang sebagai bahan cemoohan, semua manusia itu punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pasti ada suatu bidang yang dikuasai oleh orang yang sering sobat bully dan sobat di bidang tersebut justru seperti pecundang yang tidak tahu apa-apa.

Dari pada menindas seseorang lebih baik sobat memikirkan masa depan sobat agar menjadi orang yang sukses karena akan sangat memalukan jika orang yang sobat dulu hina, cemooh dan remehkan justru bisa lebih sukses dari sobat.

Saya juga ingin mengingatkan untuk sobat yang sering membully hanya karena merasa paling kuat, ingat kualitas seorang manusia itu tidak di ukur dari seberapa besar kekuatan yang dimiliki. Kehidupan ini bukan ring tinju dimana yang paling kuat bisa menang. Malahan mungkin sebaliknya, orang yang terlalu mengandalkan kekuatan dalam menjalani kehidupan akan berakhir menjadi manusia tidak berkualitas.

Jangan terlalu mudah melemparkan hinaan kepada seseorang meskipun sobat menganggap itu sebagai candaan karena bisa saja itu melukai hati orang yang sobat hina. Hal seperti itu bisa di anggap sebagai tindakan bullying. Begitu pula di media sosial, jangan ceroboh menggunakannya. Seperti kasus Amanda Todd di atas, pikir-pikir dulu jika ingin mengunggah sesuatu ke internet apalagi jika itu menyangkut kehormatan, nama baik dan privasi seseorang.

Maaf jika saya terlalu menceramahi seolah-olah saya ini manusia suci. Seingat saya, saya tidak pernah membully seseorang tapi namanya juga manusia suka lupa sama dosa sendiri, jadi bisa saja saya pernah membully seseorang tapi saya lupa. Itu mungkin kesalahan saya dulu dan sekarang saya mencoba memperbaikinya dengan berusaha untuk tidak ikut terlibat dalam bullying.

Untuk para korban, jangan takut untuk bertindak bukan hanya diam. Jika sobat sebagai korban bullying sudah tidak tahan langkah pertama yang bisa sobat lakukan adalah berbicara kepada orang terdekat seperti orang tua, saudara atau teman yang bisa sobat percaya. Mintalah mereka untuk memberi saran atas apa yang terjadi pada sobat. Jika tindakan bullying sudah menjurus kepada kekerasan maka sobat bisa melapor kepada pihak berwajib untuk meminta keadilan.

Jangan takut untuk melapor meskipun nantinya sobat di sebut pengecut karena hanya berani mengadu. Melapor bukanlah tindakan pengecut, dengan melapor kita memperjuangkan hak kita sebagai manusia untuk hidup tentram dan damai justru yang tidak berani melapor lah yang pengecut karena tidak berani memperjuangankan haknya.

Sekarang sobat tidak perlu takut melapor karena ada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Apa itu LPSK?

LPSK adalah lembaga mandiri yang didirikan dan bertanggung jawab untuk menangani pemberian perlindungan dan bantuan pada Saksi dan Korban berdasarkan tugas dan kewenangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. LPSK dibentuk berdasarkan UU No 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Lahirnya Undang-undang Perlindungan Saksi dan Korban yang memakan waktu cukup panjang ini ditujukan untuk memperjuangkan diakomodasinya hak-hak saksi dan korban dalam proses peradilan pidana. Itulah penjelasan apa itu LPSK menurut Wikipedia.

Jadi, intinya tugas lembaga yang di ketuai oleh Abdul Haris Semendawai ini adalah memberikan perlindungan kepada korban dan saksi jika itu memang diperlukan. Lembaga ini beralamat lengkap di Jalan Raya Bogor KM. 24 No. 47-49, Susukan, Ciracas, RT.6/RW.1, Susukan, Ciracas, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13750.

Kebanyakan korban bullying takut melapor karena merasa dengan melapor malah akan membuat siksaan yang dilakukan para pembully semakin parah. Dengan adanya lembaga ini para korban tidak perlu lagi cemas dengan anggapan tersebut karena perlindungan siap di berikan LPSK. Jika sobat melapor maka para pembully akan jera dan kemungkinan besar tidak akan melakukan tindakan bullying lagi. Sebenarnya, para pembully itu hanya menggertak saja karena pada kenyataannya mereka hanya besar mulut dan akan merinding ketika berurusan dengan pihak berwajib.

Memberikan motivasi kepada para korban bullying memang lebih gampang dari pada menjadi korban bullying itu sendiri. Saya memang tidak tahu bagaimana rasanya menjadi korban bullying tapi semua orang tahu kalau menjadi korban bullying itu tidak mengenakan. Saya tidak akan menganggap sepele rasanya di bully tapi sesulit apa pun untuk melapor sobat harus tetap melapor karena itu memang suatu keharusan.

Ketika sobat melapor dan hukuman dijatuhkan kepada para pelaku maka pelaku bullying lainnya akan sedikit was-was untuk melakukan tindakan bullying akhirnya korban bullying lainnya juga ikut terselamatkan. Jadi, dengan sobat melapor sobat juga menolong korban-korban lainnya seperti sobat.

Jangan pernah melakukan perlawanan balik dengan hanya bermodalkan amarah. Itu hanya akan memperburuk situasi, apalagi jika para pelaku bullying lebih kuat dari sobat. Lebih baik sobat mengalah dulu lalu berpikir dengan jernih langkah apa yang harus sobat lakukan selanjutnya.

Jika sobat hanya mendapatkan bullying berupa ucapan dan sikap acuh terhadap sobat yang belum sampai pada kekerasan fisik mungkin melapor akan cukup sulit. Tapi, percayalah rasa sakitnya juga tak beda jauh dengan bullying berupa kekerasan fisik. Yang bisa sobat lakukan adalah sabar dan sebisa mungkin hiraukan ucapan mereka.

Satu pesan lagi untuk para korban bullying adalah jangan pernah mau berubah hanya karena di bully. Jika sobat di bully karena memiliki sesuatu yang berbeda jangan pernah mau menyiksa diri sobat sendiri untuk menghilangkan perbedaan tersebut. Contohnya jika sobat di bully karena gendut jangan ambil pusing dan biarkan saja, jangan sampai sobat rela mati-matian menahan lapar agar memiliki badan yang kurus.

Sebagai motivasi ambilah hikmah dari cerita Taylor Swift. Siapa sangka pelantun "Blank Space" tersebut ternyata pernah menerima tindakan bullying di masa sekolahnya. Ketika SMP, Taylor tidak tergolong anak-anak populer di sekolahnya bahkan ia dijauhi oleh teman-teman wanitanya. Pernah suatu ketika teman wanita dikelasnya mengadakan pesta dan hanya Taylor yang tak diundang.

taylor-swift.jpg
Taylor Swift, penyanyi terkenal yang dulu pernah dibully ketika masa-masa sekolah

Selera musik Taylor yakni country juga di anggap aneh oleh teman-temannya tapi bukannya menjauhi genre musik country tapi Taylor malah semakin mendalaminya. Sikap berani beda tersebut membuahkan hasil sekarang, genre musik yang di anggap aneh oleh teman-temannya justru yang berhasil mengantarkan Taylor pada kesuksesan. 10 Grammy Awards, 19 American Music Awards dan 21 Billboard Music Awards berhasil ia rengkuh sepanjang karirnya. Khusus untuk Billboard Music Awards, ia menjadi wanita dengan jumlah raihan terbanyak sampai saat ini. Tak ada yang meragukan bakat dan kepopuleran penyanyi dengan nama lengkap Taylor Alison Swift tersebut sekarang. Karena pengalaman di bully itulah Taylor sempat membuat lagu bertemakan bullying yaitu lagu "Mean" dan "Shake It Off".

Selain Taylor Swift selebriti-selebriti lain yang sempat menjadi korban bullying antara lain Tom Cruise, Miley Cyrus, Megan Fox, Lady Gaga, Justin Timberlake dan Jackie Chan. Setelah mereka berhasil melewati masa-masa suram di bully sekarang mereka bisa sukses.

Di Indonesia ada sebuah kisah inspiratif dari seorang pengusaha sukses bernama Sudhamek. Dia adalah CEO GarudaFood, sebuah perusahaan ternama yang bergerak di bidang makanan dan minuman. Pernah makan Chocolatos atau Pilus Garuda? Yah, itu adalah salah satu produk keluaran GarudaFood.

sudhamek.jpg
Sempat dibully karena memiliki nama yang dianggap aneh, Kini Sudhamek menjadi salah satu pengusaha tersukses di Indonesia

Ketika masa-masa SMA, Sudhamek sering di hina karena namanya yang terdengar aneh. Ketika diabsen oleh guru, siswa lain akan tertawa ketika namanya disebut. Namanya yang dianggap aneh oleh teman-temannya memicu tindakan-tindakan bullying lainnya terhadap Sudhamek. Karena hal tersebut membuat prestasi akademis Sudhamek memprihatinkan. Setelah melewati pahitnya di bully Sudhamek bangkit dan menjelma menjadi salah satu orang tersukses di Indonesia. Pada 2016, Forbes mencatatkan namanya dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan yang mencapai $690 juta.

Jadikan kisah orang-orang sukses yang pernah di bully di atas sebagai motivasi untuk melewati masa-masa sulit di bully. Cara terbaik untuk membalas para pembully adalah dengan mengubah kesedihan dan air mata menjadi prestasi dan kesuksesan. Jangan sekali-kali berpikir untuk membalas para pembully dengan kekerasan, biarkan Tuhan yang membalas dan jika sobat beruntung sobat akan ada disana menyaksikannya.

Jangan pernah menyerah, jangan pernah takut menjadi diri sendiri dan jangan takut untuk berbicara serta bertindak. Diam Bukan Pilihan!

Untuk pihak ketiga, pihak ketiga disini adalah saksi atau orang yang mengetahui tindakan bullying tersebut.

Ketika melihat seseorang di bully apa yang akan sobat lakukan? Membiarkannya atau bertindak?

Membiarkannya adalah hal logis jika sobat merasa sobat tidak bisa membantu di saat itu karena kalah jumlah atau kekuatan. Tapi, membiarkan disini bukan berarti sobat pergi begitu saja seolah tak terjadi apa-apa melainkan pergi sembari memikirkan cara bagaimana bisa menolong si korban tanpa harus melawan para pembully. Sobat bisa mengambil bukti seperti foto untuk diserahkan kepada pihak berwajib selanjutnya biar pihak berwajib yang mengambil alih. Tugas sobat belum selesai, sobat harus menemui si korban dan sebisa mungkin memberinya motivasi dan dukungan.

Bagaimana jika kita tak mengenal si korban bullying, apakah kita tetap harus menolongnya?

Jawabannya tentu saja harus. Lakukan atas dasar kemanusiaan. Mereka membutuhkan bantuan sobat dan sebagai manusia jelas kita harus membantunya.

Tapi, ingat untuk tidak berlaga menjadi pahlawan jika dirasa kekuatan sobat tidak sebanding dengan kekuatan para pembully. Lakukan seperti yang saya sarankan diatas. LPSK juga akan memberi perlindungan untuk saksi bukan hanya korban saja. Jadi, tak ada alasan untuk tidak melapor jika sobat tahu ada tindakan bullying di lingkungan sobat.

Jika ada yang curhat bahwa dirinya di bully jangan pernah memberi jawaban "Biarin aja, jangan di dengerin", "kamu yang kuat aja entar juga berlalu", "fokus saja sama sekolah kamu, jangan hiraukan mereka" atau jawaban-jawaban lainnya yang terkesan menganggap enteng bullying. Apalagi jika sobat sebagai orang tua dan anak sobat curhat kalau dirinya di bully, sungguh bukan sebuah tindakan bijak memberikan jawaban-jawaban seperti itu. Mereka para korban bullying tidak akan curhat jika mereka masih bisa melalauinya sendiri, mereka membutuhkan bantuan dari orang-orang terdekatnya terutama keluarga.

Kondisi yang paling berbahaya bagi seorang korban bullying adalah ketika dirinya merasa benar-benar sendiri dan tak ada yang memperdulikannya. Jika ada di keluarga sobat yang menerima tindakan bullying segeralah menghiburnya, berikan motivasi dan sering-sering lah berbicara dengannya. Intinya, buatlah dia tidak merasa sendirian dan buktikan kalau masih ada orang yang menyayanginya di dunia ini.

Jika sobat sekarang sedang berprofesi sebagai pengajar cobalah lebih peka terhadap lingkungan di sekolah tempat sobat mengajar. Siapa tahu ada salah satu siswa yang sering menerima tindakan bullying. Syukur-syukur kalau tidak ada tapi kalau ada dan tindakan bullying tersebut dirasa sudah melewati batas maka sudah kewajiban sobat untuk ikut campur menangani hal tersebut. Jangan pernah menyebut diri sobat guru jika sobat tahu ada kejadian bullying dan sobat malah membiarkannya.

Dunia sudah menganggap bullying sebagai kasus yang layak mendapatkan perhatian lebih dari semua orang. Sudah banyak gerakan dan organisasi anti-bullying di dunia ini. Sudah selayaknya kita sebagai manusia yang masih punya rasa kemanusiaan untuk ambil bagian dalam memberantas bully.

Sebuah game berjudul Bully juga sempat dilarang beredar di Brazil, Inggris dan Amerika Serikat. Dari judulnya sudah jelas, pemerintah melarang peredaran game ini karena berpotensi membuat anak-anak menjadi pembully dengan meniru hal-hal yang ada di game keluaran Rockstar tersebut hingga bisa merusak mental generasi muda. Itu merupakan bukti kalau bullying tidak dianggap remeh oleh banyak pihak di dunia, pemerintah juga telah berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisir terjadinya bullying.

Inti dari artikel panjang ini adalah saya mengajak sobat semua untuk terlibat menghentikan bullying dengan cara yang paling utama adalah melapor. Tak perlu ragu dan tak perlu takut lagi karena berulang kali saya bilang LPSK siap melindungi jika memang itu diperlukan.

Tags: Apa Itu Bullying?, Penjelasan Lengkap Tentang Bullying, Fakta Unik Bullying, #DiamBukanPilihan, Stop Bullying, Apa Itu LPSK?
loading...

10 Responses to "Diam Bukan Pilihan, Stop Bullying!"

  1. Bener gan. Stop bulying. Aku sendiri korban bullying masa kecil. Dan effeknya kerasa ampe sekarang...

    BalasHapus
  2. yap gan.. hilangkan bulying di negeri ini.ane juga korban, walau gak sampe gimana gimana.tapi tetep yg namanya buly itu gak boleh ada

    BalasHapus
  3. tak kira bully itu cuma goda godain aja, baru tau gan. nice artikel, banyak manfaatnya

    BalasHapus
  4. menurut pandangan ane biasanya orang yg dijadikan sasaran pembuly itu orang ug punya fisik ug berneda dengan yg lain atau juga bisa karena kekurangan lain yg dimiliki orang yg di bully. Miris banget sih liat kejadian kyk gini masih ada aja

    BalasHapus
  5. panjang amat Ini artikel + Kunbal http://xenterdelax.mwapblog.com/para-hacker-cantik-dan-sexy-yang-mampu-membuat-heboh-dunia.html

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah gak pernah nemu kejadian bullying ditempat ane

    BalasHapus
  7. Klo bisa jangan ngelakuin buli lach kasian kan dya klo sampe di buli terus..yang ada dia bisa putus asa dan jadi ga percaya diri..

    BalasHapus
  8. Kalo gw kena bully, langsung ajak mai satu-satu aja, biar greget

    BalasHapus

loading...

FANSPAGE FACEBOOK