Film-Film Bertemakan Tentang Zombie Terbaik Sepanjang Masa (Part 3)

film-zombie-terbaik-part-3.jpg

Baca bagian sebelumnya di => Film-Film Bertemakan Tentang Zombie Terbaik Sepanjang Masa (Part 2)

Night of the Living Dead (1968)
night-of-the-living-dead.jpg
Jangan pernah menyamakan Night of the Living Dead (1968) dengan film-film bertemakan zombie masa kini seperti World War Z (2013), Resident Evil Series ataupun Train to Busan (2016). Dirilis pada tahun 1968, Night of the Living Dead (1968) jika ditonton sekarang seramnya tak terasa malah mungkin akan membuat sobat tertawa. Tampil dengan warna hitam putih, cerita yang monoton, kualitas akting yang standar dan zombie yang tidak menyeramkan membuat film ini akan membuat sobat mengantuk. Lantas kenapa saya memasukan film Night of the Living Dead (1968) ke dalam daftar ini?

Night of the Living Dead (1968) disutradarai oleh George A. Romero dan dirilis pada tanggal 1 Oktober 1968. Film White Zombie (1932) karya sutradara Victor Halperin yang dirilis pada tahun 1932 memang diketahui sebagai film bertemakan zombie pertama yang dibuat tapi Night of the Living Dead (1968) lah yang membuat film bertemakan zombie populer di dunia. Setelah Night of the Living Dead (1968) menjadi film zombie yang sukses secara komersial dengan pendapatan total $18 juta dari modal yang hanya $114.000 membuat para sineas mulai berlomba-lomba membuat film bertemakan zombie yang berkualitas. Hingga di tahun 2000-an dan 2010-an film bertemakan zombie selalu ditunggu-tunggu setiap tahunnya dan sudah memiliki penggemar sendiri. Itulah alasan saya memasukan film Night of the Living Dead (1968) ke dalam daftar ini. Karena film ini merupakan pelopor film-film bertemakan zombie masa kini.

Night of the Living Dead (1968) menceritakan orang-orang yang mencoba bertahan hidup di sebuah rumah yang di kepung para zombie. Sekali lagi saya ingatkan, jika sobat ingin menonton film bertemakan zombie dengan cerita epik dan visualisasi zombie yang keren film ini bukanlah jawabannya. Tapi, jika sobat adalah penggemar film-film bertemakan zombie maka film ini sudah selayaknya sobat tonton! Rating 96% dari Rotten Tomatoes menjadi bukti kalau film ini pernah punya masa jayanya.

Film ini sempat dibuatkan 2 sekuelnya pada tahun 1978 dengan judul Dawn of the Dead (1978) dan pada tahun 1985 dengan judul Day of the Dead (1985), keduanya masih disutradarai oleh sutradara yang sama yaitu George A. Romero, ketiganya di sebut "Trilogy of the Dead". Sebenarnya di Night of the Living Dead Series ada sekitar 6 film, namun untuk 2 film yang saya sebutkan barusan tidak akan saya masukan ke dalam daftar ini karena sudah jelas akan membuat penonton sekarang mengantuk. Namun untuk 3 film lainnya akan saya masukan karena di buat di era 2000-an tentunya dengan visualisasi zombie yang lebih baik.

Land of the Dead (2005)
land-of-the-dead.jpg
Land of the Dead (2005) adalah lanjutan dari film Night of the Living Dead Series sebelumnya yaitu Day of the Dead (1985) meskipun ceritanya sendiri tidak terlalu berkaitan karena begitulah Night of the Living Dead Series, setiap serinya tidak memiliki cerita yang bersinggungan. Film yang dirilis pada 18 Juni 2005 ini masih disutradarai oleh George A. Romero yang juga mengarahkan seri-seri Night of the Living Dead Series sebelumnya.

Land of the Dead (2005) menceritakan orang-orang yang sudah di evakuasi ke tempat yang mereka kira aman tapi ternyata para zombie semakin pintar dan pagar listrik yang memisahkan para zombie dan manusia berhasil dirobohkan oleh para zombie. Seketika kepanikan terjadi, beberapa orang mencoba menyelamatkan diri dengan memakai sebuah kendaraan yang sudah dimodifikasi.

berjarak hampir 20 tahun dengan film sebelumnya, Land of the Dead (2005) tentu saja hadir dengan keunggulan di berbagai aspek di banding pendahulunya. Terutama penampilan para zombie yang lebih menyeramkan dan terlihat lebih nyata. Film ini diproduseri oleh Mark Canton, Bernie Goldmann dan Peter Grunwald sementara para pemainnya adalah Simon Baker, Dennis Hopper, Asia Argento, Robert Joy, Eugene Clark dan John Leguizamo.

Diary of the Dead (2007)
diary-of-the-dead.jpg
Diary of the Dead (2007) merupakan sekuel dari Land of the Dead (2005) dan masih disutradarai oleh George A. Romero. Uniknya, film ini juga menggunakan sudut pandang found footage seperti yang dipakai beberapa film REC Series. Namun jika dibandingkan REC Series, Diary of the Dead (2007) belum cukup menyeramkan.

Sekelompok mahasiswa Universitas Pittsburgh mencoba bertahan hidup saat wabah virus zombie menyebar di universitas mereka. Jason Creed, salah satu dari mereka berniat mendokumentasikan perjalanan mereka dalam bertahan hidup selama virus tersebut menyebar lewat kameranya. Ia ingin mengupload video hasil dokumentasinya ke internet agar seluruh dunia tahu kalau keadaan tidak baik-baik saja tak seperti yang dikatakan pemerintah.

Zombie yang ada di film ini seperti zombie yang ada di film-film pada umumnya. Berjalan lamban, menularkan virus lewat gigitan dan akan mati jika ditembak di kepala. Film yang lumayan seru dan menegangkan serta layak ditonton untuk sobat yang penggemar film horror.

Survival of the Dead (2009)
survival-of-the-dead.jpg
Survival of the Dead (2009) dirilis pada 9 September 2009 dan merupakan film ke enam dari Night of the Living Dead Series sebagai lanjutan dari Diary of the Dead (2007). Cerita di film ini tentang sekelompok AWOL National Guardsmen yang terdiri dari Sarge "Nicotine" Crockett, Kenny, Francisco dan Tomboy. Seorang pemuda juga ikut bergabung dengan kelompok ini. Mereka akan pergi ke Plum Island setelah seorang pria bernama O'Flynns mengatakan kalau di pulau tersebut mereka bisa hidup dengan damai tanpa gangguan para zombie. Namun, sesampainya disana mereka malah terlibat konflik dengan musuh O'Flynns dan zombie di pulau tersebut juga masih banyak.

Sampai saat ini Survival of the Dead (2009) adalah film terakhir dari Night of the Living Dead Series namun kabarnya di tahun 2018 mendatang film dengan judul Road of the Dead (2018) yang merupakan film terbaru di Night of the Living Dead Series akan dirilis. Kita lihat saja apakah itu benar atau hanya rumor!

The Return of the Living Dead (1985)
the-return-of-the-living-dead.jpg
Jangan bandingkan film arahan mendiang Dan O'Bannon ini dengan film zombie masa kini yang memiliki visualisasi yang keren dengan efek CGI yang memukau. The Return of the Living Dead (1985) tampil dengan semua kesederhanaannya namun memukai pada eranya.

Film ini menceritakan kebocoran sebuah gas yang dapat membangkitkan semua orang yang sudah mati. Bukan hanya orang tapi hewan yang sudah mati pun akan bangkit kembali jika terkena gas tersebut, seperti kupu-kupu yang sudah di air keras dan anjing yang sudah dipotong. Tentu saja orang yang bangkit dari kubur tersebut bukanlah orang yang dulu lagi tapi sudah menjadi zombie yang lapar akan otak manusia.

The Return of the Living Dead (1985) menyuguhkan film zombie yang konyol karena tingkah-tingkah panik para karakternya. Karena ini film era 80-an maka jangan heran ada adegan nudity ala film 80-an.

Return of the Living Dead Part II (1988)
return-of-the-living-dead-part-ii.jpg
Sebagai sekuel dari The Return of the Living Dead (1985) kelihatannya film Return of the Living Dead Part II (1988) ini ceritanya tidak ada sangkut pautnya dengan seri sebelumnya tersebut. Konsepnya hampir sama yaitu tentang sebuah gas milik militer yang bisa menghidupkan kembali orang mati.

Film di buka ketika sebuah drum yang berisi gas tersebut jatuh dari mobil pengangkutnya. Akhirnya drum tersebut ditemukan oleh tiga orang anak yang malah membuat gas tersebut keluar drum dan menyebar kepemakaman. Sudah bisa ditebak, para mayat pun kembali hidup dan menjadi zombie pemakan otak manusia.

Masih sama seperti seri sebelumnya, zombie di film yang naskahnya ditulis oleh Ken Wiederhorn ini bisa bicara. Bahkan salah satu zombie berniat menipu orang-orang yang selamat untuk datang kerumah sakit dengan menghubungi mereka lewat telepon meski akhirnya gagal.

Return of the Living Dead Part II,(1988) jika ditonton sekarang memang terlihat sangat kuno. Tapi, film ini masih layak masuk daftar film zombie terbaik karena pada masanya Return of the Living Dead Part II (1988) adalah film zombie yang memukau.

Return of the Living Dead 3 (1993)
return-of-the-living-dead.jpg
Harus saya akui, Saya sudah cukup bosan dengan konsep cerita gas yang bisa membuat orang mati menjadi zombie yang diusung 2 seri Return of the Living Dead sebelumnya. Namun meskipun seri ketiganya ini masih dengan gas yang menjadi penyebab orang-orang menjadi zombie tapi ceritanya tidak membosankan malahan cukup seru.

Cerita berfokus pada seorang remaja bernama Curt Reynolds yang mempunyai pacar yaitu Julie Walker. Pada suatu malam mereka mengalami kecelakaan dan Julie meninggal. Curt tak rela hingga akhirnya ia menghidupkan kembali pacarnya dengan gas yang bisa membangkitkan orang mati. Julie memang hidup kembali tapi ia bukan Julie yang dulu. Yah, dia sudah berubah jadi zombie.

Return of the Living Dead: Necropolis (2005)
return-of-the-living-dead-2005.jpg
Return of the Living Dead: Necropolis (2005) menceritakan tentang beberapa orang remaja yang berniat menyelamatkan sahabatnya yang diculik oleh sebuah perusahaan bernama Hybra Tech. Perusahaan tersebut hendak menjadikannya bahan percobaan untuk sebuah penelitian dengan gas Trioxin 5. Jika sobat sudah menonton semua film Return of the Living Dead sebelumnya pasti sudah tahu betul apa itu gas Trioxin 5. Dalam misi penyelamatan tersebut kekacauan terjadi dan zombie mulai bermunculan dari gedung Hybra Tech.

Dirilis 12 tahun setelah Return of the Living Dead 3 (1993) , Return of the Living Dead: Necropolis (2005) menyuguhkan visualisasi zombie yang lebih menarik dibanding seri-seri sebelumnya. Tapi, zombie yang bisa bicara dan berfikir seperti manusia di film ini malah membuat saya geleng-geleng kepala. Absurd abis!

Return of the Living Dead: Rave to the Grave (2005)
return-of-the-living-dead-rave-to-the-grave.jpg
Sebagai penutup dari Return of the Living Dead Series, film ini cukup menarik dengan scene-scene disturbingnya. Saya sempat beberapa kali menutup mata ketika menonton film ini bukan karena takut tapi karena jijik melihat para zombie yang menggigit langsung di bagian belakang kepala para korbannya.

Return of the Living Dead: Rave to the Grave (2005) akan melanjutkan kisah dari film sebelumnya, Return of the Living Dead: Necropolis (2005). Seorang mahasiswa bernama Julian menemukan tabung berisi gas Trioxin lalu ia memberikannya kepada mahasiswa lain bernama Cody untuk diteliti. Namun, Cody malah membuat narkoba dari tabung tersebut yang diberi nama Z. Akhirnya Z pun menyebar dikalangan para mahasiswa dan puncaknya pada perayaan halloween para mahasiswa berubah menjadi zombie.

Dawn of the Dead (2004)
dawn-of-the-dead.jpg
Dawn of the Dead (2004) adalah sebuah remake dari Dawn of the Dead (1978)-nya George A. Romero pada tahun 1978. Zack Snyder berhasil memberikan remake yang cukup sempurna dengan semua ketegangan dan adegan disturbing yang menjadi ciri khas film-film zombie.

Film ini akan menceritakan sekelompok orang yang masih selamat dari wabah virus zombie. Mereka pun mencoba berlindung di sebuah mall untuk menghindari serangan para zombie.

Banyak scene disturbing di film ini namun satu scene disturbing yang selalu saya ingat dari film ini adalah ketika seorang wanita hamil terinfeksi virus zombie dan ia pun melahirkan dalam keadaan dirinya sudah menjadi zombie. Sudah bisa ditebak bagaimana nasib anaknya, yah anaknya yang baru lahir tersebut juga langsung menjadi zombie.

Exit Humanity (2011)
exit-humanity.jpg
Setelah perang saudara terjadi di Amerika Serikat, wabah virus zombie menyebar disana. Edward Young, Seorang lelaki yang kehilangan anak dan istrinya karena virus tersebut memutuskan untuk menabur abu anak nya di sebuah air terjun. Dulu Edward pernah berjanji pada sang anak untuk membawanya ke air terjun indah tersebut namun janjinya tidak sempat ia tepati karena sang anak malah menjadi zombie dan akhirnya meninggal. Dalam perjalanannya itu, Edward bertemu Isaac yang meminta tolong agar Edward mau membantunya menyelamatkan adik Isaac yang ditawan para pemberontak.

Virus zombie di film ini diceritakan bermula dari seorang wanita yang membacakan mantra iblis untuk membangkitkan kembali adiknya yang sudah mati, adiknya memang kembali hidup namun bukan menjadi manusia normal tapi menjadi zombie pemakan daging manusia.

Film yang benar-benar mencekam dan patut ditonton untuk sobat yang pecinta film zombie. Nuansa seram sangat terasa di film ini, apalagi setting tempat yang terus berkutat di sebuah hutan yang sangat menyeramkan. Walaupun sudah di rilis sejak 2011 tapi setahu saya belum ada TV lokal yang menayangkan film ini, saya heran padahal film besutan John Geddes ini cukup seru dan menarik baik itu dari segi cerita, visualisasi zombie dan aroma horror yang diberikan.

Freaks of Nature (2015)
freaks-of-nature.jpg
Diceritakan di Kota Dillford, manusia, zombie dan vampire hidup berdampingan dengan damai. Sampai suatu ketika datanglah alien dan membuat manusia, zombie dan vampire saling menyerang. seorang manusia bernama Dag, seorang zombie bernama Ned dan seorang vampire bernama Petra mencoba menghentikan kekacauan tersebut. Mereka bertiga harus mencari tahu alasan alien ke bumi dan bagaimana mengatasi mereka.

Freaks of Nature (2015) hadir dengan unsur komedi yang sangat terasa di dalamnya. Selain banyak adegan berdarah, dialog di film ini juga terbilang cukup ekstrem dengan banyaknya kata-kata kasar maupun kata-kata berbau seks. Ada juga beberapa scene vulgar di film yang didistribusikan oleh Columbia Pictures ini, walaupun belum cukup untuk membuat film ini dikategorikan ke dalam film semi.

Dead Rush (2016)
dead-rush.jpf
Sobat pernah menonton film Hardcore Henry (2015) yang disutradarai oleh Ilya Naishuller? Yah, film tersebut memiliki sudut pandang yang cukup menarik, film keluaran tahun 2015 tersebut menggunakan first-person perspective alias sudut pandang orang pertama seperti di game-game perang.

Mungkin film Dead Rush (2016) ini juga ingin mengikuti inovasi Hardcore Henry (2015). Di film Dead Rush (2016), kita akan menyaksikan film dari sudut pandang karakter bernama David. Di suatu malam sebuah wabah virus menyerang dan membuat warga kota menjadi zombie, pada malam itu David kehilangan istrinya. David pun harus berjuang untuk bisa selamat dari serangan para zombie.

Cerita di film ini sebenarnya kurang memuaskan bahkan bisa dibilang mengecewakan tapi dengan penggunaan first-person perspective membuat film ini tampak menyeramkan. Scene yang paling membuat saya deg-degan adalah ketika para zombie mulai merangsek masuk ke dalam gym tempat David bersembunyi. Durasinya yang hanya 78 menit membuat scene menyeramkan di film ini kurang banyak dan seperti yang saya bilang tadi ceritanya kurang memuaskan.

Attack of the Lederhosen Zombies (2016)
attack-of-the-lederhosen-zombies.jpg
Steve dan Josh yang merupakan 2 orang snowboarder, Branka yang tak lain dan tak bukan adalah pacar Steve dan Rita seorang pemilik bar harus menghadapi para zombie setelah mereka terjebak di sebuah pegunungan. Orang-orang menjadi zombie karena sebuah eksperimen alat pembuat salju buatan yang gagal, seketika pegunungan tersebut berubah menjadi mencekam dan dipenuhi zombie.

Cerita film Attack of the Lederhosen Zombies (2016) memang terkesan dangkal dan kurang menarik tapi perpaduan comedy dan adegan gore di film ini lumayan mengesankan. Banyak scene-scene disturbing di film ini bahkan mungkin menjadi andalan film ini. Saran saya, Jangan menonton film ini sambil makan karena akan membuat sobat mual.

Zombie Hunter (2013)
zombie-hunter.jpg
Zombie Hunter (2013) menceritakan ketika dunia sudah dipenuhi para zombie karena efek sebuah narkoba. The Hunter, seorang pembasmi zombie bergabung dengan sekelompok orang yang masih selamat yaitu Jesús, Alison, Debbie, Ricky, Jerry dan Lyle. Mereka mempunyai rencana untuk pergi ke bandara mengambil sebuah pesawat agar bisa pergi ke pulau yang aman. Berhasilkah mereka?

Saya tertarik menonton film ini setelah saya membaca di daftar cast nya ada seorang Danny Trejo. Tapi, saya merasa kecewa karena Trejo tidak mendapatkan porsi yang banyak di film ini karena pemeran utamanya bukan dia melainkan Martin Copping yang memerankan The Hunter. Ekspektasi saya sebenarnya besar terhadap film ini, tahu dong film Trejo itu rata-rata ekstrem, sebenarnya film ini juga cukup ekstrem tapi karena bukan Trejo pemain utamanya nuansa ekstremnya sedikit berkurang. Walaupun tidak bisa memenuhi ekspektasi saya tapi Zombie Hunter (2013) cukup menghibur dan seru plus bikin perut mual.

It Stains the Sands Red (2016)
it-stains-the-sands-red-2016.jpg
Film ini sebenarnya memiliki konsep yang unik yaitu tentang seorang wanita bernama Molly yang terjebak di sebuah gurun dengan seorang zombie yang mengejarnya, untungnya zombie yang mengejarnya itu tidak bisa berlari kencang. Kejadian bermula ketika Molly dan pacarnya Nick hendak pergi kesebuah bandara agar bisa selamat dari wabah virus zombie. Sayangnya Nick tewas oleh seorang zombie dan Molly harus berjuang sendirian untuk pergi ke bandara dengan zombie yang mengejarnya di belakang.

Saya sempat menikmati cerita film It Stains the Sands Red (2016) ini tapi semakin lama cerita di film ini mulai melantur. Tanpa alasan yang jelas zombie yang mengejar Molly tiba-tiba tidak menyerang dan malah seperti menjadi sahabat perjalanan bagi Molly. Sepertinya Colin Minihan dan Stuart Ortiz yang menjadi penulis naskah ceritanya kehabisan ide untuk mengembangkan cerita film ini. Apalagi menjelang akhir film ini menjadi agak melankolis berbeda dengan awalnya yang begitu ekstrem dengan banyaknya kata-kata kotor dan penggunan narkoba. Ending film ini juga kurang memuaskan. Endingnya dibuat menggantung. Saya tidak terlalu suka ending film yang menggantung kecuali film berseri, tapi film ini belum ada kabar akan di buatkan sekuelnya. Jika sekuelnya di buat maka saya akan menarik kembali ucapan saya.

Terlepas dari semua kekurangannya film ini tetap layak masuk daftar film zombie terbaik sepanjang masa. Karena tak bisa dipungkiri dengan konsep ceritanya mampu membuat kita tegang.

Seoul Station (2016)
seoul-station.jpg
Seoul Station adalah film animasi namun bukan animasi semacam Ice Age Series, Toy Story Series atau Cars Series. Film ini bertemakan zombie, kalau sudah bertemakan zombie mau itu animasi atau bukan pasti tetap menyuguhkan adegan-adegan disturbing dengan banyaknya darah. Jadi, Seoul Station bukanlah animasi yang bisa dikonsumsi anak-anak. Seoul Station (2016) adalah prekuel dari Train to Busan (2016).

Cerita bersetting di sekitar Stasiun Seoul, seorang kakek tua yang terluka di leher tiba-tiba menyerang orang-orang dan menebarkan virus zombie. Fokus ceritanya pada seorang wanita bernama Hye-sun dan pacarnya Ki-woong yang saling mencari satu sama lain. Ada juga seorang pria yang mengaku ayah Hye-sun.

Twist plot di film ini lumayan menarik dan endingnya juga cukup mengejutkan, ternyata semua karakter utamanya mati. Maaf nih jadi spoiler buat yang belom nonton.

Buck Wild (2013)
buck-wild-2014.jpg
Buck Wild (2013) menceritakan tentang 4 pemuda yaitu Craig, Jerry, Tom dan Lance yang pergi ke Texas untuk berburu rusa di sebuah tempat bernama Buck Wild. Tempat tersebut dimiliki oleh seseorang bernama Clyde yang sudah digigit oleh Chupacabra. Chupacabra adalah hewan yang masih menjadi misteri sampai sekarang dan dianggap hanya makhluk mitos. Clyde lalu berubah menjadi zombie dan menularkan virus zombie ke orang-orang yang ia serang. 4 pemuda tadi harus berjuang untuk menyelamatkan diri dari serangan para zombie, kecuali Lance yang di awal sudah tewas dan menjadi zombie.

Buck Wild (2013) mencoba mengusung tema zombie dengan campuran komedi. Cukup memuaskan jika sobat hanya ingin menyaksikan komedi dengan darah dimana-mana tapi soal cerita harus saya akui kurang menarik.

Zombies (2017)
zombies-2017.jpg
Zombies (2017) adalah sebuah film yang disutradarai oleh Hamid Torabpour yang juga merangkap sebagai penulis naskah cerita film ini. Dirilis pada 29 September 2017 film ini kurang mendapat sambutan yang baik dari kritikus bahkan di IMDb film Zombies (2017) hanya memdapat rating 2,9/10. Sebuah rating yang menandakan bagaimana buruknya film ini.

Uniknya film ini diproduseri oleh Cameron Romero yang merupakan anak dari George A. Romero. Seperti yang kita tahu kalau George A. Romero adalah masternya film zombie, dia merupakan orang dibalik suksesnya Night of the Living Dead Series. DNA pembuat film zombie seharusnya sudah mengalir di aliran darah Cameron Romero tapi faktanya ia tak mampu mendulang kesuksesan seperti sang ayah.

Film Zombies (2017) sendiri memfokuskan cerita pada seorang lelaki bernama Luke. Setelah virus zombie menyebar, Luke bersama Sommers dan Marcus membuat sebuah kamp pengungsian untuk orang yang masih selamat. Setiap hari ia keluar kamp untuk mencari orang yang masih selamat dan ia bawa ke kamp tersebut.

Saya mengerti kenapa film Zombies (2017) mendapatkan rating yang begitu memprihatinkan, cerita yang terkesan di buat asal-asalan dan efek CGI yang buruk membuat film ini agak absurd. Tidak ada jawaban kenapa karakter Haley seperti bisa mengendalikan para zombie dan ledakan bom di ladang editannya sangat jelas terlihat. What the fuck, 2017 masih ada yang seperti ini?

Tapi, kalau untuk visualisasi dan make up zombienya sudah sangat mengagumkan. Terlepas dari segala kekurangannya film zombie ini masih bisa kamu tonton sebagai hiburan pengisi waktu luang tanpa ekspektasi berlebih tentunya.

Cooties (2015)
cooties-2015.jpg
Cooties (2015) menceritakan tentang sebuah virus yang menyebar di kota Ft. Chicken. Virus tersebut bisa membuat anak-anak menjadi beringas dan memakan orang dewasa. Virus yang tidak akan menular pada orang yang sudah dewasa ini berasal dari ayam busuk yang dibuat menjadi nugget ayam.

Cerita berfokus pada guru-guru di sebuah SD di kota Ft. Chicken yang secara mengejutkan mendapati muridnya menjadi zombie pemakan daging. Mereka harus berusaha menyelamatkan diri dari murid mereka sendiri yang sekarang sudah menjadi zombie saat terjebak di gedung sekolah.

Meskipun tak menyuguhkan penyerangan zombie yang besar tapi konsep yang bisa dibilang fresh menjadi poin plus film yang didistribusikan Lionsgate Premiere ini. Nuansa komedi juga ditambahkan ke dalam film ini yang membuat film ini semakin menghibur.

Navy SEALs vs. Zombies (2015)
navy-seals-vs-zombies-2015.jpg
Jika sobat ingin menonton film ini abaikan saja rating jelek yang diberikan Rotten Tomatoes ataupun IMDb, nikmati saja filmnya karena menurut saya pribadi filmnya tidak terlalu buruk.

Navy SEALs vs. Zombies (2015) menceritakan tentang sekelompok tentara yang bertugas menyelamatkan wakil presiden yang terjebak di sebuah gedung ketika wabah virus zombie menyerang. Saya sempat berpikir kalau cerita film ini akan menyoroti bagaimana pasukan tersebut terus menerus melindungi wakil presiden dari para zombie tapi ternyata tidak. Setelah gagal melindungi wakil presiden para tentara tersebut beralih ke misi selanjutnya yang lebih penting yang menentukan keberlangsungan umat manusia.

Ceritanya cukup sederhana, konsepnya pun tak ada bedanya dengan film zombie kebanyakan tapi ketegangan bisa jadi nilai plus Navy SEALs vs. Zombies (2015). Cukup untuk membuat film ini layak masuk daftar film zombie terbaik meskipun tentu saja berada di posisi yang tak bisa di sejajarkan dengan Train to Busan (2016) atau World War Z (2013).

13 Eerie (2013)
13-eerie.jpg
Enam orang mahasiswa forensik akan menjalani uji lapangan di sebuah pulau terpencil yang dikenal dengan Selat Eerie. Enam mahasiswa tersebut adalah Megan, Daniel, Josh, Patrick, Kate dan Rob sementara yang menangani dan mengawasi uji lapangan tersebut adalah Professor Tomkins. Mereka tidak tahu kalau ternyata di pulau itu pernah dilakukan eksperimen biologi terhadap para napi yang ada di sana. Eksperimen biologi tersebut menghasilkan monster zombie mengerikan yang sangat berbahaya karena sangat lapar akan daging manusia. Bukan hanya itu, para monster zombie pun bisa membuat korbannya menjadi zombie juga.

Saya sangat memuji nuansa horror yang mampu dibangun di film ini terutama pulau yang di pilih benar-benar sangat mengerikan bahkan ketika siang hari. Ketika film bertemakan zombie kini lebih condong ke genre action, 13 Eerie (2013) mempertahankan film bertemakan zombie yang masih mengusung genre horror dan yang pasti ketegangan di film ini level greget dan membuat saya tak bosan menontonnya. Sayangnya, film debut Lowell Dean sebagai sutradara ini memiliki ending yang mengecewakan, kalau mau happy ending yah dibuat happy ending aja kalau mau semua main characternya mati yah tinggal mati saja jangan menggantung seperti ini. Ending seperti ini cocoknya buat film horror-comedy sementara 13 Eerie (2013) murni film horror, bisa juga untuk film yang akan dibuatkan sekuelnya tapi sampai saat ini 13 Eerie (2013) belum ada sekuelnya.

Tapi, kekurangan tersebut tak lantas membuat 13 Eerie (2013) keluar dari daftar film zombie terbaik. Saya masih tetap merekomendasikan film ini untuk para pecinta film zombie.

Film asal Kanada ini dirilis pada 29 Maret 2013 dan dibintangi oleh Katharine Isabelle, Michael Shanks, Brendan Fehr, Brendan Fletcher, Nick Moran, Jesse Moss, Kristie Patterson dan Michael Eisner sementara penulis naskah ceritanya di isi oleh Christian Piers Betley.

Itulah daftar Film-Film Bertemakan Tentang Zombie Terbaik Sepanjang Masa versi RegenciPedia.

Semua orang punya penilaian sendiri terhadap film zombie mana yang terbaik. Saya hanya mencoba menyampaikan opini saya untuk sekedar menjadi referensi bagi sobat yang mencari film zombie terbaik yang seru untuk ditonton. Untuk sobat yang mencari daftar lengkap film zombie silahkan kunjungi halaman List of Zombie Films di Wikipedia. Disana tertera semua film zombie dari yang jadul sampai yang terbaru.

Semoga artikel dengan daftar yang panjang ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan sobat tentang film zombie.

Tags: Film Zombie Terbaik Sepanjang Masa & Sejarah, Tersadis, Tersukses, Paling Mengerikan, Termahal, Menyeramkan, Menakutkan, Korea, Jepang, Barat, Indonesia, Menegangkan, Sinopsis, Informasi Lengkap, Alur Cerita, Fakta Unik, Terbaru, List Terlengkap, Populer, Terkenal, Mayat Hidup, Misterius, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020

4 Responses to "Film-Film Bertemakan Tentang Zombie Terbaik Sepanjang Masa (Part 3)"

IBX5A538CF69476E