Film-Film Terbaik Vino G Bastian Sepanjang Masa

film-film-terbaik-vino-g-bastian.jpg

Vino Giovani Bastian atau lebih dikenal dengan Vino G Bastian adalah seorang aktor berkebangsaan Indonesia. Vino lahir di Jakarta pada tanggal 24 Maret 1982. Ia merupakan putra bungsu dari Bastian Tito, penulis dari cerita terkenal Wiro Sableng. Pada tahun 2012 Vino menikah dengan Marsha Timothy dan sudah dikaruniai seorang putri bernama Jizzy Pearl Bastian.

Melihat ayahnya sendiri yang merupakan seorang seniman maka tak aneh jiwa seni sudah mengalir di diri Vino. Mengawali karirnya melalui film 30 Hari Mencari Cinta (2004) arahan sutradara Upi Avianto, karir Vino melesat dan didapuk menjadi pemeran utama film-film terkenal dari mulai Radit dan Jani (2008), Serigala Terakhir (2009), 3 Nafas Likas (2014) dan lain-lain.

Vino adalah salah satu aktor berbakat dari Indonesia, beberapa penghargaan bergengsi pernah ia raih. Bukan hanya itu saja, transformasi karakter yang diperankan Vino dari film ke film memang menakjubkan. Berbagai macam karakter dengan watak berbeda bisa ia perankan dengan baik. Dari sekian banyak aktor Indonesia, menurut saya suara Vino yang paling khas. Dari suaranya saja kita sudah tahu kalau itu Vino.

Dari semua film yang dibintangi Vino, film mana sajakah yang bisa dibilang film terbaik Vino sepanjang karirnya. Berikut Film-Film Terbaik Vino G Bastian Sepanjang Masa versi RegenciPedia:

30 Hari Mencari Cinta (2004)
30-hari-mencari-cinta.jpg
30 Hari Mencari Cinta (2004) adalah sebuah film drama comedy romance yang dirilis pada 9 Januari 2004 dan disutradarai oleh Upi Avianto yang juga menjadi penulis naskah ceritanya.

Film ini menceritakan tiga orang gadis yang sudah menjadi sahabat sejak SMA dan ketika kuliah mereka tinggal bersama. Ketiga gadis tersebut adalah Keke (Dinna Olivia), Gwen (Nirina Zubir) dan Olin (Maria Agnes). Setelah diremehkan oleh Barbara (Luna Maya) dan disebut sebagai lesbian karena tidak punya pacar mereka bertiga memutuskan untuk mencari pacar bahkan sampai taruhan. Namun, semua itu malah membuat persahabatan mereka bertiga retak.

Vino di film ini memang tidak berperan sebagai pemain utama, ia hanya berperan sebagai Erik, seorang cowok gay pacar Olin. Wajar lah kan ini film pertamanya. Vino juga baru muncul di film ini hampir di pertengahan film. Tapi, 30 Hari Mencari Cinta (2004) tetap film yang dibintangi oleh Vino jadi tidak salah dimasukan dalam daftar ini.

30 Hari Mencari Cinta (2004) adalah film yang seru dan sangat cocok ditonton bersama sahabat karena meskipun di judulnya ada kata "Cinta" tapi persahabatan yang menjadi fokus utama.

Sedikit quotes dari karakter Keke!

"Cinta Bukan Alasan Untuk Melakukan Seks, Cinta Itu Semestinya Tulus Gak Pake Persyaratan Segala"

Catatan Akhir Sekolah (2005)
catatan-akhir-sekolah-2005.jpg
Barulah di film Catatan Akhir Sekolah (2005) yang dirilis pada 31 Maret 2005 ini Vino mendapatkan peran utamanya sebagai Arian. Film ini selain dibintangi Vino juga turut dibintangi Ramon Y. Tungka, Marcel Chandrawinata, Joanna Alexandra, Christian Sugiono dan Nadia Rachel. Film ini merupakan karya dari sutradara kondang Hanung Bramantyo dan diproduseri oleh Erwin Arnada sementara naskahnya ditulis oleh Salman Aristo.

Catatan Akhir Sekolah (2005) menceritakan tiga orang sahabat SMA yaitu Arian (Vino G Bastian), Agni (Ramon Y. Tungka) dan Alde (Marcel Chandrawinata). Karena selalu dianggap pecundang di sekolahnya, mereka bertekad untuk membuat sesuatu yang luar biasa di tahun terakhirnya di sekolah agar mereka tidak lulus sebagai pecundang. Akhirnya mereka memutuskan membuat film dokumenter tentang sekolah mereka dan menampilkannya di pentas seni akhir tahun. Dalam proses pembuatan film tersebut banyak konflik yang terjadi salah satunya perpecahan di antara mereka bertiga.

Catatan Akhir Sekolah (2005) menyuguhkan kehidupan di lingkungan sekolah yang menarik dari mulai pacaran, ngerokok, mencontek, kabur dari sekolah dan hal-hal lainnya yang familiar di lakukan anak sekolahan. Film ini pasti akan sangat disukai sobat yang sekarang masih berstatus sebagai anak sekolah. Tapi, ada beberapa adegan yang harus dilabeli dewasa dan kata-kata kotor juga tak jarang di temui di film ini. Film ini mirip dengan 30 Hari Mencari Cinta (2004), sama-sama menceritakan persahabatan yang terjadi konflik didalamnya.

Akting Vino di film ini memang sangat berkualitas dan lawan mainnya yaitu Ramon Y. Tungka dan Marcel Chandrawinata juga bisa mengimbanginya. Vino di film ini berperan sebagai siswa berandalan, dibanding dua temannya karakter Arian yang diperankan Vino adalah yang paling sengklek. Pilihan yang tepat memberikan peran Arian kepada Vino.

Realita, Cinta dan Rock'n Roll (2006)
realita-cinta-rock-n-roll-2006.jpg
Jika penampilan Vino di film Catatan Akhir Sekolah (2005) kurang gila maka silahkan saksikan film Realita, Cinta dan Rock'n Roll (2006).

Film Realita, Cinta dan Rock'n Roll (2006) menceritakan tentang dua orang sahabat SMA yakni Ipang (Vino G Bastian) dan Nugi (Herjunot Ali). Mereka berdua adalah anak nakal dan sering bolos sekolah namun mereka punya mimpi menjadi anak band terkenal. Ada juga Sandra (Nadine Chandrawinata), wanita yang sama-sama dicintai Ipang dan Nugi. Film ini akan berfokus pada konflik keluarga Ipang dan Nugi.

Mata kaum hawa akan dimanjakan di film ini, bagaimana tidak dua aktor tampan Vino dan Herjunot Ali tampil memukau, bahkan ada adegan topless mereka di sini. Selain mereka berdua, para lelaki juga akan terhibur di film ini karena Puteri Indonesia 2005 yang tak lain dan tak bukan adalah Nadine Chandrawinata berani tampil seksi.

Tapi, meskipun para pemeran utamanya memiliki tampang rupawan Realita, Cinta dan Rock'n Roll (2006) bukanlah film yang pamer tampang doang. Cerita di film ini benar-benar unpredectible, kombinasi komedi dan dramanya benar-benar pas. Di suatu momen film ini bisa sangat lucu di momen lain film ini bisa sangat mengharukan. Namun, yang paling saya suka dari film yang disutradarai oleh Upi Avianto ini adalah kegilaan dan kesintingannya, bahasa-bahasa kasarnya dalam porsi yang cukup membuat film ini semakin menarik.

Tentang Cinta (2007)
tentang-cinta-2007.jpg
Tentang Cinta (2007) adalah sebuah film drama percintaan yang dirilis pada tanggal 8 November 2007 dan disutradarai oleh Sony Gaokasak. Film yang diproduksi oleh PT Kharisma Starvision Plus ini dibintangi oleh Sheila Marcia Joseph, Fedi Nuria, Vino G Bastian, Hayria Faturrahman, Zhi F, Tarra Budiman dan Pipip Sasaki.

Sheren (Sheila Marcia Joseph) sangat mencintai Ray (Fedi Nuril) dan merekapun bertunangan namun Ray terkena kanker dan akhirnya meninggal. Kematian Ray membuat Sheren terpuruk dan menyendiri sampai akhirnya ia mengenal Evan (Vino G Bastian). Meskipun sifat Evan berbeda jauh dengan Ray, dimana Ray pria romantis sementara Evan terkesan agak berandal tapi Sheren akhirnya jatuh cinta juga dengan Evan dan mereka akhirnya jadian. Namun, kehadiran Audy (Hayria Faturrahman) yang merupakan mantan pacar Evan membuat keadaan semakin sulit untuk Evan. Di lain sisi ia masih mencintai Audy tapi Evan juga mencintai Sheren dan tak ingin Sheren patah hati untuk kedua kalinya.

Konsep ceritanya mungkin terdengar biasa saja, konflik cerita cinta segitiga dimana si lelaki harus membuat pilihan yang sulit. Diawal saya mengira Vino akan kembali memerankan karakter laki-laki yang benar-benar berandalan tapi ternyata di film ini Vino justru berperan sebagai cowok yang penuh perasaan.

Salah satu hal yang harus diacungi jempol dari film ini adalah scoring musiknya yang sangat memukau dan semakin menambah baper film ini. Musik film Tentang Cinta (2007) digarap oleh Ridho 'Slank' dan Ipang 'BIP'. Selain itu, difilm ini banyak diperlihatkan pemandangan-pemandangan yang keren dan menyejukan mata seperti danau tempat Sheren biasa mencurahkan isi hati dan ada juga perkebunan teh yang indah. Sayangnya, ending film ini agak mengecewakan dan membingungkan, mungkin sang sutradara sengaja membuat ending yang agak ambigu agar lebih adil.

Radit dan Jani (2008)
radit-dan-jani-2008.jpg
Radit (Vino G Bastian) dan Jani (Fahrani) adalah pasangan muda yang nekad menikah tanpa persetujuan orang tua Jani. Orang tua Jani tidak setuju karena Radit adalah seorang pemuda yang tidak jelas pekerjaannya dan juga seorang pecandu narkoba sementara keluarga Jani terbilang keluarga yang mapan. Mereka berdua bersama-sama mengarungi kerasnya kehidupan sampai mereka harus nyopet dan mencuri makanan dari toko. Meskipun begitu Jani sangat setia menemani Radit dalam suka dan duka.

Setelah bekerja sama di film Realita, Cinta dan Rock'n Roll (2006), Vino dan sutradara Upi kembali berkolaborasi di film ini. Vino juga kembali memerankan karakter pemuda urakan seperti di film Realita, Cinta dan Rock'n Roll (2006) bahkan lebih parah lagi. Akting Vino di film ini mengantarkannya memenangkan kategori Pemeran Utama Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 2008. Fahrani yang memerankan Jani juga memenangkan kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik di ajang tersebut.

Kembali lagi seorang Upi Avianto menunjukkan keberaniannya dalam membuat sebuah konsep film. Bahasa kotor dan beberapa adegan tak senonoh membuat film ini pantas dilabeli dewasa, ditambah ceritanya yang berkaitan tentang penggunaan narkoba sudah menjadi peringatan kalau film ini bukan konsumsi semua umur.

Meskipun mengusung konsep gila pada hakikatnya Radit dan Jani (2008) adalah sebuah film percintaan yang tak lepas dari momen-momen mengharukan dan romantis. Ceritanya sulit ditebak dan endingnya akan membuat sobat berkata "Ternyata cinta saja tidak cukup untuk membahagiakan pasangan kita".

Serigala Terakhir (2009)
serigala-terakhir-2009.jpg
Serigala Terakhir (2009) menceritakan lima orang sahabat yaitu Ale (Fathir Mochtar), Jarot (Vino G Bastian), Lukman (Dion Wiyoko), Sadat (Ali Syakieb) dan Jago (Dallas Pratama). Ada juga Fathir (Reza Pahlevi) seorang remaja yang ingin masuk ke kelompok mereka namun ditolak.

Suatu hari Jarot harus masuk penjara karena menyelamatkan Ale yang hendak ditusuk, Jarot tak sengaja malah membunuh orang tersebut. Saat di penjara Jarot disiksa oleh narapidana lain dan tak ada seorang temanpun yang menjenguknya, itu membuatnya marah. Saat keluar penjara Jarot di ajak Fathir untuk masuk ke kelompok Naga Hitam. Intrik demi intrik terjadi yang merusak persahabatan mereka.

Kolaborasi Vino dan sutradara Upi Avianto sebelumnya menghasilkan film Realita, Cinta dan Rock'n Roll (2006) serta Radit dan Jani (2008), kali ini mereka kembali di film yang tak kalah "ekstrem"-nya dengan dua film tersebut. Serigala Terakhir (2009) menyuguhkan drama persahabatan yang menarik namun sadis. Saya sengaja hanya memberikan sinopsis yang singkat karena sobat harus menonton sendiri film ini untuk tahu bagaimana kerennya film ini. Persahabatan memang menjadi tema utamanya namun disamping itu ada sekelumit drama percintaan dan keluarga yang membuat film ini tidak monoton. Ending film ini juga anti mainstream, belum banyak film Indonesia yang berani membuat ending seperti ini, kebanyakan film kita itu happy ending.

Hanya saja sobat harus tahu kalau film ini berlabel 18+. Jadi, jangan coba-coba untuk menontonnya bersama anak kecil yah!

Punk in Love (2009)
punk-in-love-2009.jpg
Arok (Vino G Bastian) hendak bunuh diri dengan cara melompat dari atas gedung karena wanita yang dicintainya yakni Maya (Girindra Kara) yang sedang berada di Jakarta akan menikah dengan Andra (Dallas Pratama) 5 hari lagi. Untungnya niat Arok untuk bunuh diri berhasil di gagalkan ketiga temannya yaitu Yoji (Andhika Pratama), Mojo (Yogi Finanda) dan Almira (Aulia Sarah) yang mengatakan kalau Maya juga mencintai Arok dan Arok hanya perlu keberanian untuk menyatakan cintanya pada Maya. Akhirnya keempat anak punk tersebut nekat pergi ke Jakarta dengan biaya yang seadanya agar Arok bisa menyatakan cintanya pada Maya. Perjalanan tersebut ternyata tak mudah dan banyak cobaan.

Punk in Love (2009) adalah sebuah film drama romance comedy arahan sutradara Ody C Harahap dan diproduseri oleh Raam Punjabi. Komedi di film ini sangat menghibur dan fresh dengan konsep punk-nya. Jika dilihat dari judulnya sudah pasti ini adalah film tentang percintaan dan untuk sobat yang seorang punk mungkin akan sedikit skeptis terhadap film ini karena sobat pasti beranggapan ini film punk yang lebay dan banyak adegan meweknya. Sementara jati diri punk itu keras dan jauh dari yang namanya hal-hal lembek. Memang cinta menjadi tema utama film ini tapi kalau sobat teliti banyak dialog yang menyiratkan jati diri punk di film ini seperti dialog Arok, Yoji, Mojo dan Almira yang menyindir partai-partai politik di Indonesia. Punk in Love (2009) sebenarnya bukanlah film lebay karena unsur komedinya lebih mendominasi dibanding drama atau percintaannya. Sayangnya, film ini kebanyakan dialognya menggunakan bahasa Jawa yang membuat orang yang tidak bisa bahasa Jawa akan sedikit dibuat pusing dengan dialognya, saya salah satunya.

Akting Vino di film ini memang layak mendapatkan pujian. Ia bisa memerankan seorang anak punk dengan baik plus cara ia berbicara dalam bahasa Jawa cukup baik untuk orang yang lahir dan besar di Jakarta.

Soal amanat film ini juga punya pesan yang mendalam, seperti tentang persahabatan dan pandangan masyarakat yang biasa menilai seseorang dari luarnya saja.

Satu Jam Saja (2010)
satu-jam-saja.jpg
Andika (Vino G Bastian), Gadis (Revalina S Temat) dan Hans (Andhika Pratama) adalah tiga sahabat sejati yang berjanji untuk saling menjaga. Tapi mereka tidak saling mencintai walaupun sebenarnya di tengah pertemanan mereka ada cinta yang tidak terucap.

Suatu malam ditengah hujan ketika mobil yang ditumpangi Hans dan Gadis rusak mereka berdua khilaf dan melakukan hubungan badan sampai-sampai Gadis hamil. Andika mencoba mencari Hans agar mau bertanggung jawab tapi karena kebingungan Hans kabur ke sebuah tempat yang Andika pun tidak tahu. Karena rasa cintanya terhadap Gadis dan untuk menjawab pertanyaan orang-orang siapa ayah dari anak yang dikandung Gadis, Andika akhirnya menikahi Gadis.

Setelah di beberapa film sebelumnya Vino tampil gila-gilaan memerankan karakter urakan di film Satu Jam Saja (2010) ini ia memerankan karakter cowok penuh perasaan. Tapi, transformasi ini tak menyulitkan bagi Vino, ia mampu memerankan karakter Andika dengan sangat baik.

Banyak orang menilai kebanyakan film percintaan walaupun yang ditayangkan di bioskop itu kualitasnya tak beda jauh dengan FTV. Tapi, Satu Jam Saja (2010) meskipun bertemakan drama percintaan kualitasnya jauh di atas FTV. Dari kualitas akting, aktor-aktor sekaliber Revalina S Temat dan Andhika Pratama yang menjadi lawan main Vino menjadi jaminan kualitas akting di film ini.

Cerita di film ini juga tergolong menarik dan sulit ditebak tentu itu menjadi pembeda dengan FTV.

Air Mata Terakhir Bunda (2013)
air-mata-terakhir-bunda-2013.jpg
Sriyani (Happy Salma) bekerja keras menafkahi kedua anak laki-lakinya yakni Delta Santoso (Vino G Bastian/Ilman Lazulva) dan Iqbal (Rizky Hanggono/Reza Farhan Bariqi). Sriyani mengajarkan pada anaknya tentang pentingnya ilmu, kerja keras dan kejujuran dalam menjalani kehidupan. Sriyani punya harapan agar Delta menjadi seorang sarjana dan menjadi kebanggaan bagi ibunya dan kakaknya.

Vino disini berperan sebagai seorang pria yang bertekad membahagiakan ibunya dengan menjadi seorang sarjana. Tapi, Vino disini berbagi peran dengan Ilman Lazulva yang memerankan Delta kecil bahkan cerita masa lalu yang menceritakan kisah Delta kecil hampir setengah dari total durasi film ini.

Air Mata Terakhir Bunda (2013) memperlihatkan kita tontonan berkualitas tentang perjuangan seorang ibu yang berjuang untuk merawat sekaligus mendidik anak-anaknya agar menjadi manusia yang berhasil. Adegan mengiris hati tentu menjadi sajian utama film ini seperti saat si ibu menjual sebuah sarung untuk membeli sepatu baru untuk Delta atau saat si ibu rela begadang menjahit pakaian yang akan di pakai Delta esok hari untuk karnaval. Dan ya, film ini berhasil membuat saya terharu dan meneteskan air mata. Saya ini memang lemah kalau menonton film drama tentang keluarga atau persahabatan.

Film yang disutradarai oleh Endri Pelita ini dirilis pada tanggal 3 Oktober 2013 dan merupakan adaptasi novel yang berjudul sama karya Kirana Kejora yang diterbitkan pada tahun 2012.

Tampan Tailor (2013)
tampan-tailor-2013.jpg
Tampan Tailor (2013) menceritakan Topan (Vino G Bastian) dan anaknya Bintang (Jefan Nathanio). Topan yang merupakan seorang penjahit benar-benar terpuruk setelah meninggalnya sang istri karena kanker ditambah toko jahitnya juga dijual. Dengan bantuan saudaranya yang bernama Darman (Ringgo Agus Rahman) dan seorang wanita bernama Prita (Marsha Timothy), Topan mencoba mempertahankan harapannya walaupun ia sudah kehilangan segalanya. Dari mulai menjadi calo, kuli sampai stuntman ia jalani demi menyambung hidup.

Film ini hampir mirip dengan Air Mata Terakhir Bunda (2013), masih bertemakan keluarga hanya saja Air Mata Terakhir Bunda (2013) berfokus pada sosok ibu sementara film ini berfokus pada sosok ayah. Selain itu, sekilas film yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto ini mirip film The Pursuit of Happyness (2006) yang dibintangi Will Smith dan anaknya, Jaden Smith.

Baca juga: The Pursuit of Happyness (2006), Film Tentang Perjuangan Hidup Yang Memotivasi

Film yang dirilis pada tanggal 28 Maret 2013 ini kabarnya diangkat dari kisah nyata seorang pembuat jas terkenal Indonesia bernama Harry Palmer. Keunikan lainnya adalah Vino di film ini beradu akting dengan Marsha Timothy yang merupakan istrinya.

Tampan Tailor (2013) merupakan sebuah film drama dengan kisah yang luar biasa. Meskipun temanya tentang perjuangan hidup namun dikemas jauh dari kata lebay dan film ini bukanlah film yang fokus menjual air mata atau kemiskinan para karakternya. Beberapa adegan lucu juga ditambahkan di film ini agar film ini tidak terlalu monoton. Cara sang sutradara mengetuk hati para penonton di film ini juga keren, tak perlu air mata di adegannya tapi tetap efektif.

Mika (2013)
mika-2013.jpg
Indi (Velove Vexia) adalah seorang gadis yang periang yang kehidupannya berubah total saat ia didiagnosa mengidap scoliosis, semacam penyakit tulang belakang yang membuatnya harus memakai besi penyangga tubuh (brace) selama 23 jam sehari. Sebelum masuk SMA Indi berlibur ke Jakarta dan ia berkenalan dengan Mika (Vino G Bastian), seorang pria yang seru, berani dan selalu memandang dunia dengan positif. Ternyata Mika adalah penderita AIDS namun tak seperti Indi yang selalu mengeluh dengan penyakitnya, Mika selalu terlihat bahagia. Indi dan Mika semakin dekat namun orang-orang terdekat Indi tidak setuju Indi dekat dengan Mika yang merupakan penderita AIDS padahal mereka tidak tahu semua hal yang dilakukan Mika untuk Indi berhasil membuat Indi semakin tegar menghadapi penyakitnya dan perlahan mulai semangat kembali menjalani hari-harinya.

Film ini merupakan adaptasi novel berjudul "Waktu Aku Sama Mika" karya seorang penulis kelahiran Bandung, Indi Taufik. Karena ini merupakan sebuah film adaptasi novel sudah pasti ceritanya tidak pasaran. Kisah cinta dua manusia yang memiliki penyakitnya masing-masing berhasil disajikan penuh makna dan drama dengan ending yang penuh air mata. Banyak kata-kata yang merupakan kritik sosial di film ini seperti tentang cara pandang masyarakat terhadap seseorang yang memiliki penyakit terutama AIDS. Kebanyakan orang bahkan tak mau kenal dengan penderita AIDS padahal dengan menyapa atau berbicara dengan penderita AIDS tidak akan membuat kita tertular tapi persepsi salah kaprah tersebut sudah melekat di masyarakat dan membuat si penderita AIDS seperti di kutuk.

Film ini disutradarai oleh Lasja Fauzia Susatyo dan dirilis pada 17 Januari 2013. Selain dibintangi Vino, film Mika (2013) juga turut dibintangi Velove Vexia, Donna Harun, Iszur Muchtar, Dallas Pratama, Framly Nainggolan dan Kevin Sumakul.

"Kita nggak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hidup ini. Kadang hidup memang aneh. Seseorang yang meninggal ternyata malah bisa membuat orang yang di tinggalkannya jadi lebih hidup."

"Mika itu malaikat aku. Tapi dia pelupa. Dia lupa pake sayap malaikatnya. Sekarang Mika lagi ambil sayapnya di surga."

3 Nafas Likas (2014)
3-nafas-likas-2014.jpg
3 Nafas Likas (2014) adalah sebuah film berdasarkan kisah nyata seorang tokoh bernama Likas Tarigan (Atiqah Hasiholan) atau kemudian dikenal dengan Likas Ginting yang merupakan istri dari Letjen Jenderal Djamin Ginting (Vino G Bastian). Film ini bercerita tentang perjalanan hidup Likas dari kecil dan memulai mengejar cita-citanya menjadi guru sampai bertemu sang suami Djamin Ginting. Latar cerita film ini diambil dari periode 1930-an sampai tahun 2000 termasuk beberapa kejadian penting seperti perang kemerdekaan Indonesia dan pergolakan revolusi di era 1960-an.

Di film ini Vino memerankan Djamin Ginting yang merupakan seorang pria kelahiran Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang memiliki dialek yang khas. Tentu ini sebuah tantangan bagi Vino untuk memerankan karakter yang terbilang sulit tapi ia berhasil menjawab semua tantangan tersebut dan memerankan Djamin Ginting dengan sangat baik dari segi dialek maupun gestur tubuh. Akting Vino di film ini yang membuat saya yakin kalau dia adalah salah satu aktor paling berbakat yang dimiliki Indonesia.

Film ini adalah film biografi namun juga termasuk film sejarah yang akan membuat kita sedikit lebih tahu tentang sejarah kemerdekaan Indonesia. Penggambaran Indonesia tempo dulu saat masa penjajahan berhasil disuguhkan dengan sangat baik di film ini.

3 Nafas Likas (2014) dirilis pada tanggal 16 Oktober 2014 dan disutradarai oleh Rako Prijanto dengan Titien Wattimena yang menjadi penulis naskah ceritanya. Film ini dibintangi Vino G Bastian, Atiqah Hasiholan, Tutie Kirana, Marissa Anita, Mario Irwinsyah, Arswendi Nasution, Ernest Samudra, Tissa Biani Azzahra dan Anneke Jodi.

Toba Dreams (2015)
toba-dreams-2015.jpg
Vino dan sang istri Marsha Timothy kembali bermain bersama kali ini dalam film Toba Dreams (2015) arahan sutradara Benni Setiawan. Film yang dirilis pada tanggal 30 April 2015 ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya T.B. Silalahi. Selain dibintangi Vino dan Marsha film Toba Dreams (2015) juga turut dibintangi bintang-bintang berkelas seperti Mathias Muchus, Haikal Kamil, Boris Bokir, Jajang C Noer, Tri Yudiman, Vinessa Inez, Ajil Ditto dan Ramon Y Tungka.

Toba Dreams (2015) menceritakan tentang Ronggur (Vino G Bastian) yang merupakan anak tertua dari Sersan Tebe. Diceritakan Ronggur adalah pemuda yang nakal dan selalu membangkang pada orang tua bahkan saat ayahnya memutuskan agar keluarganya pindah ke kampung Ronggur tidak setuju. Akhirnya, saat sudah berada di kampung Ronggur nekat pergi ke Jakarta untuk menemui pacarnya Andini (Marsha Timothy) dan ingin menjadi orang sukses. Namun, Ronggur salah jalan dan malah masuk ke dunia narkotika.

Banyak amanat positif yang bisa kita ambil dari film ini. Yang paling mencuri perhatian saya adalah ketika Andini dan anaknya serta keluarga besar Ronggur makan bersama. Saat itu dua do'a dari dua agama berbeda di panjatkan, benar-benar menggambarkan toleransi yang indah. Memang pada kenyataannya tak ada agama yang mengajarkan keburukan itu tergantung pada diri masing-masing, tak ada agama yang buruk hanya ada manusia yang buruk. Jika ada agama yang mengajarkan keburukan itu bukan agama tapi aliran sesat. Selain itu, amanat positif lainnya adalah jangan pernah memaksakan anak untuk menjadi seperti yang kita inginkan, biarkan dia memilih jalannya sendiri selagi itu dalam hal yang positif maka dukunglah.

Dari segi cerita film ini cukup seru, tema keluarga dengan bumbu percintaan plus ending yang cukup memuaskan. Saya tidak terkejut dengan ending yang seperti ini, entah kenapa saya sudah bisa menebak setelah seperempat film ini.

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016)
warkop-dki-reborn-jangkrik-boss-part-1-2016.jpg
Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016) adalah sebuah reboot film Warkop DKI yang dulu beranggotakan Dono, Kasino dan Indro. Sekarang mereka bertiga diperankan oleh Abimana Aryasatya sebagai Dono, Vino G Bastian sebagai Kasino dan Tora Sudiro sebagai Indro.

Dono, Kasino dan Indro adalah petugas keamanan yang tergabung dalam organisasi CHIIPS. Namun, karena tingkah konyol mereka, tugas-tugas yang mereka dapatkan malah berujung kacau. Hingga pada suatu ketika mereka membuat kekacauan yang sangat besar hingga harus di denda 8 miliar. Berbagai cara mereka lakukan untuk melunasi denda mereka hingga pada akhirnya mereka mendapatkan sebuah peta harta karun.

Film ini berhasil menjadi film yang paling ditunggu-tunggu banyak orang karena film ini akan menyuguhkan Warkop DKI dengan pemeran-pemeran baru meskipun tetap memakai karakter-karakter lamanya. Terbukti, film ini berhasil menjadi film Indonesia terlaris sepanjang sejarah dengan mencatatkan rekor penonton sebanyak 6,8 juta penonton menyalip Laskar Pelangi (2008) yang sempat menyandang predikat sebagai film Indonesia terlaris sepanjang sejarah dengan 4,7 juta penonton.

Film arahan sutradara Anggy Umbara ini diproduksi oleh Falcon Pictures. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016) dirilis pada tanggal 8 September 2016 dan turut dibintangi Ence Bagus, Hannah Al Rashid, Simson Rarameha, Tarzan, Nikita Mirzani, Arie Kriting dan lain-lain.

Bangkit! (2016)
bangkit-2016.jpg
Bangkit! (2016) adalah sebuah film yang disutradarai oleh Rako Prijanto dengan naskah cerita yang ditulis oleh Anggoro Saronto. Film yang dirilis tanggal 28 Juli 2016 ini dibintangi oleh Vino G Bastian, Acha Septriasa, Deva Mahenra dan Putri Ayudya.

Bangkit! (2016) menceritakan Jakarta yang terendam banjir yang parah dan akan tenggelam. Satu-satunya cara adalah mengalirkan air ke laut lewat sebuah terowongan rahasia.

Film ini memiliki konsep yang terbilang anti mainstream untuk film Indonesia. Belum banyak film Indonesia yang mengangkat tema bencana alam seperti ini. Meskipun tak bisa dipungkiri efek CGI di film ini masih sangat kasar belum setara dengan film-film produksi hollywood seperti 2012 (2009) ataupun San Andreas (2012). Tapi, seperti yang saya bilang tak banyak film Indonesia yang seperti ini jadi sudah selayaknya kita mengapresiasi film Bangkit! (2016).

Film ini dari semua aspek sudah sangat bagus kekurangannya mungkin hanya dari efek CGI yang agak mengecewakan tapi itu harus dimaklumi karena untuk mendapatkan efek CGI seperti di film-film hollywood itu tidak murah. Produksi film ini sendiri memakan dana yang fantastis untuk ukuran film Indonesia yakni sebesar Rp.12 miliar sayangnya film ini tak laris di bioskop. Mungkin teknik promosi film ini kurang tepat.

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 (2017)
warkop-dki-reborn-jangkrik-boss-part-2.jpg
Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 (2017) adalah lanjutan dari seri sebelumnya dan masih akan menceritakan kisah Dono (Abimana Aryasatya), Kasino (Vino G Bastian) dan Indro (Tora Sudiro) yang pergi ke Malaysia untuk mencari harta karun untuk melunasi denda yang mereka terima di film sebelumnya. Usaha pencarian harta karun tersebut berjalan sangat kocak dan absurd. Namun, akhir dari pencarian harta karun tersebut ternyata sangat tidak di duga sebelumnya.

Film ini berhasil mempertontonkan komedi yang lumayan fresh namun harus saya akui nuansa Warkop DKI yang dulu tidak terasa di film ini terutama dari lawakannya, meskipun beberapa lawakan dari Warkop DKI yang dulu di hadirkan di film ini, seperti saat pocong yang meniru gerakan Indro, tapi tetap tidak terasa kesan Warkop DKI yang dulunya. Tapi, bukan berarti ketiga pemeran utama film ini yakni Abimana, Vino dan Tora gagal memerankan para tokoh Warkop DKI, mereka sangat berhasil apalagi dari cara berbicaranya. Ya, saya merasa hanya dari cara mereka bertiga berbicara kita bisa merasakan nostalgia Warkop DKI yang dulu.

Sama seperti film sebelumnya, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 (2017) juga masih diarahkan oleh sutradara Anggy Umbara. Selain Abimana, Vino dan Tora, pemeran lainnya di film ini adalah Hannah Al Rashid, Ence Bagus, Fazura, Babe Cabita dan Nora Danish.

Film ini juga tak kalah suksesnya dengan film pertamanya, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 (2017) berhasil mendapatkan 4 juta lebih penonton dan menjadikannya film Indonesia ke-6 yang paling banyak ditonton sepanjang sejarah.

Itulah tadi daftar Film-Film Terbaik Vino G Bastian Sepanjang Masa versi RegenciPedia.

Saat dalam proses menulis artikel ini saya iseng-iseng membuat survei kecil-kecilan di beberapa grup film di Facebook tentang film Vino mana yang terbaik. Hasilnya film Serigala Terakhir (2009) mendapat suara terbanyak dengan 17,02% suara di susul Radit dan Jani (2008) yang mendapatkan 14,89% suara sementara di tempat ketiga ada Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016) dengan 10,63% suara. Film lainnya yang juga berhasil mendapatkan suara adalah Realita, Cinta dan Rock'n Roll (2006), Chrisye (2017), Bangkit (2016), Tampan Tailor (2013), Catatan Akhir Sekolah (2004), Punk In Love (2009), Tentang Cinta (2007), Talak 3 (2016), The Police (2009), Satu Jam Saja (2010), Madre (2013) dan Toba Dreams (2015).

Untuk sobat yang sedang mencari daftar lengkap film yang dibintangi Vino silahkan kunjungi halaman Filmografi Vino G Bastian di situs Film Indonesia.

Daftar ini dibuat hanya berdasarkan opini alias pendapat saya saja jadi sudah barang tentu tidak bersifat objektif. Sobat pasti ada yang setuju dan tidak dengan daftar yang saya buat di atas. Jika sobat tahu film Vino yang lain yang menurut sobat seru dan menarik silahkan sobat tulis di kolom komentar. Semoga artikel sederhana ini bisa menjadi referensi sobat yang sedang mencari film-film Vino yang seru.

Note: Artikel ini akan terus diperbarui/diupdate

Tags: Film Vino G Bastian, Terkeren, Terpopuler, Terlaris, Terbaru, Terseru, Terupdate, Termahal, Terlucu, Biografi & Biodata, Kabar & Berita, Informasi Lengkap, Wikipedia, IMDb, filmindonesia.or.id, Fakta Unik & Menarik, Penghargaan, Filmografi

4 Responses to "Film-Film Terbaik Vino G Bastian Sepanjang Masa"

  1. Pengen download tapi gada link nya gan 😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan cek di artikel di blog ini yang kudulnya "Situs-Situs Download Film Terbaik", disana ada situs-situs rekomendasi saya untuk mendownload film dalam maupun luar negeri...

      Hapus
  2. Mantap emang bang film"nya bang vino ini, kalo liat filmnya slalu seru

    BalasHapus
  3. Ane paling seneng sama film serigala terakhir.
    Cadas gan..
    Nanti ada yang baru yakni wiro sableng. ga sabar nunggu

    BalasHapus

IBX5A538CF69476E