Liyla and the Shadows of War, Bukan Sekedar Game

Liyla and the Shadows of War, Bukan Sekedar Game

Apakah kalian pernah mendengar game android berjudul Liyla and the Shadows of War? jika kalian selalu up to date seputar berita game maka kalian mungkin pernah mendengar game ini karena beberapa waktu yang lalu Liyla and the Shadows of War sempat menjadi perbincangan lantaran Apple melarang game ini di App Store.

Oke, mari kita bahas game ini dan kenapa game ini saya sebut 'bukan sekedar game'.

Game singkat dari Palestina tentang penderitaan perang


Pertama-tama kita tidak dulu membahas gameplay tapi membahas dulu sisi lain dari game ini yakni asal mula dan tujuan di buatnya game ini.

Liyla and the Shadows of War adalah sebuah game bertemakan perang dari Palestina buatan developer Rasheed Abueideh, Rasheed Abueideh bukan nama perusahaan melainkan nama orang. Game ini mendapatkan rating 4,7 di Google Play, nilai rating yang hanya bisa di dapatkan oleh game yang memiliki keunikan dan dibuat dengan penuh dedikasi.

Jika kalian melihat deskripsi game ini di Google Play maka kalian akan mendapatkan barisan kata-kata yang malah membuat kalian bingung.

"When you live in war zone and death is hunting everyone, things will look different and choices become harder. Face your fate in an unjust war to survive with your family from the shadows of war.

Time is running against you, your family is in danger and there is nowhere to hide or to do but to get them out of home through a hero journey to a safer place.

Shooting and bombing everywhere and it will hunt you unless you make fast decisions as you progress through different events. These events are real and they will make you choose the hard way. Live or die!​"

Deskripsinya malah menunjukan kengerian dalam perang. Bagaimana peluru dan bom kapan saja bisa membunuh kita semua. Kematian memburu semua orang, tak ada tempat untuk bersembunyi dan pada akhirnya pilihan yang berat ada di depan mata. Hidup atau mati.

Tentu deskripsi ini anti mainstream untuk sebuah game bertemakan perang yang biasanya menunjukkan keseruan. Apa yang sebenarnya ada di game ini tentu berbeda dengan game perang seperti Modern Combat 5: eSports FPS, Modern Strike Online atau game perang lainnya.

Tujuan di buatnya game ini bukan memberikan kita keseruan tembak menembak melainkan memberikan kita gambaran bagaimana perang yang sesungguhnya itu. Perang pada kenyataannya tidak se seru yang di gambarkan mayoritas game-game perang, di game ini kita akan merasakan bagaimana menderitanya para korban perang. Ya, game ini memiliki tujuan mulia untuk mengingatkan semua manusia kalau perang itu sama sekali tidak keren. Orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak ada yang bahagia. Game ini juga menunjukkan bagaimana dengan mudahnya nyawa manusia di ambil oleh kepingan-kepingan peluru atau oleh bom-bom yang berjatuhan.

Game ini adalah game yang sangat singkat bahkan menjadi game dengan cerita terpendek yang pernah saya mainkan.

Gameplay dan grafis yang semakin menambah suasana mencekam


Baca juga: Game Android Limbo, Game Puzzle Horror Sederhana Namun Seru

Gameplay

Gameplay game ini hampir mirip dengan game Limbo, puzzle dengan balutan nuansa horor. Kegelapan menyelimuti game ini tapi bukan karena latarnya hutan misterius seperti di Limbo melainkan karena game ini mengambil latar malam hari di zona perang.

Kita akan memainkan seorang lelaki yang merupakan warga sipil tanpa senjata. Si lelaki tersebut harus berusaha menyelamatkan istri dan anaknya yang bernama Liyla. Sepanjang game banyak rintangan yang menghadang dari mulai tembakan sampai bom. Di game ini kita hanya bisa maju, mundur dan melompat. Lalu ada tantangan lainnya dimana kita harus memilih satu dari dua opsi yang ada dan jika kita salah pilih maka kita akan mati.

Grafis di game ini sangat sederhana masih sama seperti di Limbo. Hanya saja Liyla and the Shadows of War agak sedikit kasar berbeda dengan Limbo yang smooth, but its oke karena kalian akan mengesampingkan grafisnya setelah terbawa dalam suasana haru di game ini.

Diambil dari kejadian nyata


"Permainan berdasarkan kejadian sebenarnya, menceritakan kisah hidup gadis kecil di zona perang."

Di atas adalah deskripsi game di halaman download di Google Play. Game ini memang berdasarkan kisah nyata tentang perang tapi saya tidak tahu apakah kisah Liyla yang ada di game ini memang benar adanya.

Ada beberapa bagian di game ini yang ternyata di ambil dari kejadian sebenarnya. Seperti yang paling menyayat hati adalah ketika 4 anak bermain bola di pantai lalu di bunuh tanpa sebab oleh pasukan Israel. Sumpah, itu sangat tidak manusiawi. Manusia seperti apa yang tega melakukannya. Lagipula apa bahayanya 4 bocah bermain bola di pantai, apakah itu mengancam keamanan negara Israel. Ternyata, monster itu bukan hanya sekedar dongeng, jika kalian ingin melihatnya pergilah ke Palestina dan kalian akan melihat monster dalam rupa manusia sedang melakukan penjajahan.

Di akhir game kalian akan di suguhkan data-data akibat perang di Gaza, seperti berapa banyak korban meninggal dan terluka dan berapa banyak anak yang meninggal dan cacat permanen. Di bagian inilah hati saya benar-benar tersayat. Miris, ironis, kasihan, marah dan sedih semuanya bercampur aduk.

Pernah di larang Apple di App Store


Game ini adalah game anti perang yang sangat direkomendasikan untuk dimainkan setiap orang tapi secara mengejutkan Apple malah melarang game ini di App Store. Alasan kenapa game ini di tolak Apple masih simpang siur, ada yang menyebutkan Apple menolak Liyla and the Shadows of War karena game ini bukanlah sebuah game namun ada juga yang menyebutkan kalau Apple menolak game ini karena ada muatan unsur politiknya.

Untuk alasan pertama masih bisa di terima akal sehat karena cerita di game ini sangat pendek jadi wajar ada yang menyebut Liyla and the Shadows of War bukanlah sebuah game. Untuk alasan yang kedua yaitu karena adanya muatan unsur politik ini baru di luar nalar. Muatan unsur politik dari mananya, ini hanya sebuah game tentang penderitaan rakyat sipil akibat perang bahkan di game ini tidak ada sedikitpun bagian yang menyebutkan Israel sebagai antagonisnya. Lah ko bisa dituduh ada unsur politiknya. Pegawai Apple pasti lah pintar semua tapi kenapa tidak bisa membedakan unsur politik dan unsur kemanusiaan. Mungkin Apple ingin menjaga perasaan kaum Yahudi kali ya karena game Liyla and the Shadows of War ini terlalu mengekploitasi kekejaman kaum tersebut. 😂

Untungnya karena banyak orang yang ingin Liyla and the Shadows of War tersedia di App Store akhirnya Apple memperbolehkan game ini ada di App Store.

Game ini juga menjadi bukti kalau islam tak layak di sebut sebagai agama teroris. Sekarang kan banyak tuh pihak-pihak yang menyebut islam sebagai agama teroris yang doyan perang. Coba lihat game ini, game ini adalah sebuah maha karya dari orang islam yang penuh dengan pesan kemanusiaan, anti perang dan perdamaian.

Game Liyla and the Shadows of War juga mendapatkan banyak penghargaan yang menjadi bukti kualitas game ini.

Penghargaan

Itulah tadi pembahasan singkat tentang game Liyla and the Shadows of War. Overall, game ini bertujuan untuk menyampaikan pesan kemanusiaan tentang bahayanya perang, itulah yang membuat game ini menjadi sangat unik dan menjadi lebih dari sekedar game. Gameplay dan grafis memang serba kurang tapi bukan ingin memamerkan kualitas grafis dan gameplay yang seru, game ini adalah tentang pentingnya perdamaian dan bahayanya perang. Nilai Liyla and the Shadows of War dari RegenciPedia adalah 7,5/10.

Keywords: 2018, 2019, 2020, Terbaru, Informasi Lengkap, Trivia, Wikipedia, Review, Ulasan, Fakta Unik, Liyla and the Shadows of War, Anti Perang, Gaza, Palestina, Israel, Humanity

0 Response to "Liyla and the Shadows of War, Bukan Sekedar Game"

Posting Komentar

IBX5A538CF69476E