Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memahami Rangsangan Tubuh, Pemerkosaan dan Orgasme

Memahami Rangsangan Tubuh, Pemerkosaan dan Orgasme.jpg

Mengapa beberapa wanita mengalami orgasme saat diperkosa?Alasannya persis sama bahwa laki-laki dapat mengalami ereksi saat "dibelai" oleh penyiksanya.

Tubuh kita bereaksi terhadap rangsangan fisik

Contoh lainnya seperti siksaan menggelitik. Dahulu digunakan di Cina karena tidak meninggalkan bekas yang terlihat atau luka yang bertahan lama pada korban.

Menggelitik seseorang itu bisa mengerikan, jika seseorang tersebut tidak menginginkannya. Bahkan dapat menyebabkan rasa sakit dan tekanan emosional.

Tapi apa yang akan kita lakukan jika digelitik? Ya kita tertawa.

Apakah lucu? Ya tidak.

Lalu kenapa kita tertawa? Karena ini adalah respon yang tidak disengaja terhadap rangsangan.

Ketika seseorang diperkosa, momen ini adalah hal yang paling mengerikan, dan memalukan yang bisa dialami. Namun hal ini tidak secara otomatis mematikan ujung saraf dan respon tubuh kita.

Terkadang, ketika seseorang membelai Anda, tubuh Anda pada dasarnya akan 'mengkhianati Anda' dengan menyebabkan gairah atau orgasme yang tidak disengaja.

Dalam buku 'Push' (juga dikenal sebagai 'Precious') oleh Sapphire, gadis muda yang diperkosa oleh ayahnya. Dia menggambarkan dirinya orgasme selama pengalaman ini dan merasa sangat kesal dan bingung.

Kadang-kadang, perempuan dan laki-laki mungkin mengalami tubuhnya merespons saat membaca artikel atau menonton film, dll. Di mana saat melihat itu ada scene atau tulisan kekerasan seksual terjadi. Organ-organ Anda yang Anda pikir sama sekali tidak dihidupkan, tetapi untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, tubuh bereaksi secara fisik, meskipun otak merasa jijik.

Tubuh bisa tetap terangsang dan bereaksi, tidak peduli apakah saat itu kondisinya traumatis. Tubuh kita kadang-kadang bereaksi secara seksual dan kadang kita tidak bisa mengaturnya.

Orgasme saat diperkosa bukanlah patokan kenikmatan.

Nekoolaltak, M., Keshavarz, Z., Simbar, M., Nazari, A. M., & Baghestani, A. R. (2017). Women’s orgasm obstacles: A qualitative study. International Journal of Reproductive Biomedicine, 15(8), 479–490. Retrieved from https,//www,ncbi,nlm,nih,gov/pmc/articles/PMC5653909/

Keywords: orgasme pada pemerkosaan, fakta unik, bagaimana, perasaan, perkosa, korban, keterangan, penjelasan, edukasi seksual

Posting Komentar untuk "Memahami Rangsangan Tubuh, Pemerkosaan dan Orgasme"